Proyek Sempat Terhenti, Lulusan ITPLN Tuntaskan IPP PLTMH Bone Bolango 9,9 MW

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Gorontalo, ruangenergi.com — Proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, yang sempat terhenti, kini kembali melaju. Sejumlah lulusan Institut Teknologi PLN (ITPLN) diturunkan langsung ke lapangan untuk menuntaskan pembangunan hingga tahap kesiapan operasi PLTM Bone Bolango.

PLTM yang berlokasi di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur itu, memanfaatkan aliran Sungai Bone dengan kapasitas terpasang 9,9 megawatt. Pembangkit ini digerakkan dua unit turbin berkapasitas masing-masing 4,5 megawatt, dengan bendungan sepanjang 107 meter dan tinggi 26,5 meter. Namun akibat Covid-19, proyek PLTM Bone Bolango sempat terhenti.

Tim Pengembangan Bisnis Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN (YPK PLN), Pandu Angklasito, mengatakan keterlibatan lulusan ITPLN dimulai sejak proyek PLTM Bone Bolango akan dilanjutkan kembali. Pihak swasta yang membangun PLTM Bone Bolango membutuhkan sumber daya manusia teknik yang siap ditempatkan hingga fase pengoperasian dan pemeliharaan.

“Pada November 2024 kami mendapat informasi adanya pembangunan IPP PLTM yang memerlukan SDM teknik sampai tahap COD. Lokasinya menantang, dekat hutan lindung di perbatasan Gorontalo–Sulawesi Utara,” ujar Pandu saat berbincang, Senin, 2 Maret 2026.

Menurut Pandu, kriteria SDM yang dicari bukan sekadar kompetensi teknis. Untuk itu, tim IPP PLTM ini melakukan seleksi untuk lulusan yang berjiwa fighter, pecinta alam, punya sertifikasi relevan, dan berpengalaman kerja praktik di PLN. Maka didapatlah lulusan D3 Teknik Listrik ITPLN, Akbar Faisal serta lulusan S1 Teknik Mesin ITPLN Laode M Hasbullah dan Silvy Anggreni.

“Prioritas diberikan kepada putra daerah Sulawesi, terutama Gorontalo. Namun karena belum tersedia, tim memilih lulusan dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Semula ada 4 lulusan ITPLN yang terlibat di PLTMH ini yang merupakan wisudawan Desember 2024 lalu. Namun, satu orang mengundurkan diri karena alasan tertentu. Mereka langsung diberangkatkan ke lokasi proyek pada Februari 2025. Selama tahap konstruksi, mereka menjalani pendidikan dan pelatihan lintas disiplin langsung di site, mulai dari sipil hidrologi, mesin, instalasi listrik, sistem kendali, hingga lingkungan.

“Pembelajaran lapangan didampingi instruktur berpengalaman, termasuk pensiunan PLN Indonesia Power dengan jam terbang lebih dari 30 tahun. Pendampingan dilakukan bertahap: mulai dari mekanikal-elektrikal, manajemen proyek dan sipil-hidrologi, hingga sistem kontrol,” kata Pandu.

Selain praktik, para alumni dilibatkan dalam uji individual peralatan—mulai dari penelaahan gambar instalasi, SOP, hingga pengujian—sebagai prasyarat kelayakan operasi. Proyek ini turut dimonitor secara jarak jauh dari Jakarta dan dibantu teknologi kecerdasan buatan.

Pandu menambahkan, alumni ITPLN juga diberi mandat untuk mengkader putra daerah agar kelak mampu melanjutkan operasional PLTM.

“Ini bagian dari transfer pengetahuan berkelanjutan. Ke depan, alumni berpeluang melanjutkan studi atau mengambil tantangan lain, sementara daerah memiliki SDM siap operasi,” katanya.

Kini, PLTMH Bone Bolango berhasil commercial of date (CoD) ke sistem kelistrikan Gorontalo pada awal Januari 2026 kemarin. Bahkan, General Manager PT PLN (Persero) UID Suluttenggo, Usman Bangun, melakukan kunjungan kerja ke PLTMH Bone Bolango untuk monitoring dan evaluasi operasional pembangkit di wilayah kerja Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Dalam peninjauan tersebut, Usman Bangun mengecek langsung kondisi bangunan utama (power house) serta sejumlah fasilitas pendukung. Ia mengapresiasi kualitas konstruksi PLTMH Bone Bolango yang dinilai kokoh, rapi, dan memenuhi standar teknis pembangkit tenaga air.

Selain itu, tata kelola lingkungan sekitar pembangkit disebut terjaga dengan baik, seiring komitmen tim operasional dalam menjaga keandalan serta keselamatan kerja.

“Pertahankan performa unit, tingkatkan koordinasi lintas pihak, dan pastikan pemeliharaan rutin berjalan sesuai prosedur agar kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjamin,” ujar Usman Bangun dalam arahannya, belum lama ini.

Salah satu alumni ITPLN yang terlibat dalam proyek PLTM ini, Silvia Anggraeni, menyebut pencapaian CoD PLTM Bone Bolango merupakan hasil komitmen dan kerja keras seluruh tim proyek.

“Kami bangga dapat menuntaskan proyek IPP PLTM Bone Bolango hingga tahap operasi komersial dengan tetap menjaga standar teknis, keselamatan kerja, dan tata kelola lingkungan,” kata Silvia

Menurut Silvia, keterlibatan sumber daya manusia lulusan ITPLN menjadi salah satu faktor penting keberhasilan proyek tersebut. Kolaborasi SDM unggul yang dibina secara berkelanjutan dinilai mampu memastikan pembangunan pembangkit berjalan tepat waktu dan berkualitas. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

Ia menambahkan, penyelesaian PLTMH Bone Bolango tidak hanya berfokus pada rampungnya konstruksi fisik. Proyek ini juga diarahkan untuk memastikan keandalan sistem pembangkit, melakukan transfer pengetahuan kepada putra daerah, serta menjamin keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.