Wow Ada Good News dari Banyu Urip B-04!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-SKK Migas melaporkan kabar menggembirakan bagi sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Jumat (6/3/2026) menyampaikan keberhasilan reaktivasi sumur idle ketiga di Lapangan Banyu Urip yang kini mampu menghasilkan produksi minyak signifikan.

Sumur yang diaktifkan kembali tersebut adalah Banyu Urip B-04, yang setelah dilakukan pengetesan menunjukkan potensi produksi minyak mencapai 3.100 hingga 4.500 barel minyak per hari (BOPD).

Keberhasilan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi nasional melalui optimalisasi sumur-sumur yang sebelumnya tidak beroperasi.

Dalam laporannya kepada pimpinan Kementerian ESDM dan Komwas SKK Migas, Djoko Siswanto menjelaskan bahwa peningkatan produksi tersebut diperoleh melalui intervensi teknologi Gas Shut Off (GSO).

Teknologi ini bertujuan menghentikan aliran gas yang ikut terproduksi dari reservoir sehingga minyak dapat mengalir lebih optimal ke sumur.

Bahan kimia khusus yang digunakan dalam operasi ini diproduksi oleh Halliburton dengan formula kimia yang dikembangkan oleh ExxonMobil.

Prosesnya dilakukan dengan memompakan bahan kimia tersebut ke dalam sumur hingga masuk ke lubang perforasi dan menembus reservoir minyak. Di dalam reservoir, bahan kimia akan bereaksi dengan gas pada dinding batuan.

Reaksi tersebut kemudian membentuk penghalang pada pori-pori batuan di sekitar sumur, sehingga gas tidak lagi mengalir ke lubang sumur, sementara minyak dapat mengalir lebih bebas menuju wellbore.

Menariknya, operasi GSO ini tidak menggunakan rig pengeboran konvensional. Pekerjaan dilakukan dengan Coil Tubing Unit, metode intervensi sumur yang lebih cepat, efisien, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan operasi.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk mempercepat pengaktifan kembali sumur-sumur idle tanpa memerlukan operasi pengeboran besar.

Keberhasilan Banyu Urip B-04 menambah daftar sumur idle yang berhasil diaktifkan kembali di lapangan tersebut.

Dari 14 sumur idle yang ada di Lapangan Banyu Urip, tiga sumur kini telah berhasil direaktivasi.

SKK Migas bersama operator lapangan menargetkan 11 sumur idle lainnya dapat segera diaktifkan melalui strategi teknologi Gas Shut Off (GSO) maupun Water Shut Off (WSO) untuk menahan aliran air.

Jika strategi ini berhasil, tambahan produksi dari sumur-sumur tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap lifting minyak nasional.

“Mohon doa dan dukungan semua pihak. Insya Allah 11 sumur idle lainnya dapat segera diaktifkan kembali dan memberikan produksi yang signifikan bagi negara,” ujar Djoko Siswanto dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bahwa optimalisasi lapangan eksisting melalui inovasi teknologi dapat menjadi salah satu kunci menjaga bahkan meningkatkan produksi minyak nasional.

Dengan tambahan produksi dari sumur-sumur yang sebelumnya tidak aktif, optimisme pun menguat bahwa target peningkatan lifting migas nasional dapat terus dikejar.

Lifting naik: bisa, bisa, bisa.