PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5% pada 2025, Didukung Penguatan Infrastruktur Gas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com— PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 5% sepanjang 2025 menjadi US$3,9 miliar. Kinerja tersebut didorong oleh penguatan bisnis midstream dan downstream berbasis infrastruktur gas bumi serta optimalisasi portofolio LNG.

Sepanjang 2025, PGN membukukan volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Sementara itu, volume transmisi gas meningkat 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya serapan dari pelanggan industri dan sektor kelistrikan.

Kinerja operasional juga diperkuat oleh segmen infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD atau tumbuh 17%. Peningkatan ini turut menopang keandalan pasokan gas bagi berbagai sektor pengguna.

Di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 barel setara minyak per hari (BOEPD), didorong oleh meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa yang telah beroperasi.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan juga memperluas infrastruktur gas bumi dengan penambahan lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi gas rumah tangga (jargas). Tingkat keandalan sistem operasi PGN tercatat mencapai 98,84%.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan perusahaan terus menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG, serta koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan strategis.

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah.

Kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut menguat. Volume pemrosesan LPG tercatat mencapai 117 metrik ton per hari atau meningkat 8%, sementara lifting minyak dan gas mencapai 17.519 BOEPD.

Pada segmen perdagangan LNG internasional, PGN mengirimkan tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar global sepanjang 2025.

Dalam laporan keuangan 2025, PGN melakukan penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu akibat perubahan asumsi cadangan. Penyesuaian ini dilakukan sesuai standar akuntansi dan regulasi migas yang berlaku.

Perusahaan menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat non-cash sehingga tidak mempengaruhi arus kas operasional maupun keberlangsungan usaha.

Secara operasional, PGN tetap mencatat kinerja yang solid dengan laba operasi sebesar US$519,6 juta dan laba bersih sebesar US$215,4 juta. EBITDA perusahaan tercatat mencapai US$971,2 juta, sementara arus kas operasional positif sebesar US$657,1 juta.

Perusahaan juga menjalankan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya dan optimalisasi kas. Sepanjang 2025, beban umum dan administrasi berhasil ditekan sebesar US$33,3 juta atau turun sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas patungan meningkat menjadi US$76,4 juta.

Fajriyah menambahkan, kinerja PGN didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi, khususnya pada segmen transmisi dan distribusi gas bumi, infrastruktur LNG, serta kontribusi anak perusahaan dan afiliasi.

“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

PGN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan strategi penguatan fundamental bisnis dan efisiensi berkelanjutan, perusahaan optimistis dapat menjaga stabilitas usaha sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.