Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan delapan proyek hulu migas akan mulai beroperasi (onstream) pada 2026 dengan total investasi fasilitas produksi sekitar US$478 juta.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan proyek-proyek tersebut berpotensi meningkatkan sekaligus mempertahankan kapasitas produksi migas nasional di tengah tantangan penurunan alami lapangan-lapangan eksisting.
“Dari delapan proyek tersebut, desain kapasitas fasilitas produksi mencapai 8.457 BOPD minyak dan 389 MMSCFD gas, atau setara 77.968 BOEPD,” ujar Djoko dalam paparannya mengenai rencana proyek onstream sektor hulu migas.
Djoko menjelaskan, tambahan produksi yang diharapkan dari proyek-proyek tersebut pada 2026 mencapai sekitar 8.199 barel minyak per hari (BOPD) dan 214 MMSCFD gas, atau setara 46.413 BOEPD.
Menurut dia, sebagian proyek tersebut juga berperan penting dalam menjaga tingkat produksi lapangan yang sudah ada agar tidak mengalami penurunan tajam.
Delapan Proyek
Adapun delapan proyek yang ditargetkan onstream pada 2026 berasal dari berbagai wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), yakni:
- Sisi Nubi AOI 1, 3, 5 Tahap II yang dioperasikan Pertamina Hulu Mahakam, dengan kapasitas desain 180 MMSCFD gas dan target onstream kuartal I 2026.
- Senoro Selatan Tahap II milik JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi, dengan kapasitas 110 MMSCFD gas dan 2.800 BCPD, ditargetkan beroperasi kuartal I 2026.
- OO-OX yang dioperasikan PHE ONWJ, dengan kapasitas 2.996 BCPD minyak dan 21,3 MMSCFD gas, onstream kuartal I 2026.
- Suban Compressor Clustering oleh Medco E&P Grissik, dengan kapasitas 118 MMSCFD gas, target kuartal II 2026.
- NSD Plant oleh EMP Bentu, berkapasitas 90 BOPD dan 20 MMSCFD, onstream kuartal II 2026.
- Polymer Minas Area D oleh Pertamina Hulu Rokan, berkapasitas 1.212 BOPD, onstream kuartal II 2026.
- Fasprod Sidingin North-1 oleh Pertamina Hulu Rokan, dengan kapasitas 325 BOPD, target kuartal IV 2026.
- Upgrading Puspa Asri oleh Pertamina EP, dengan kapasitas 1.034 BOPD, ditargetkan onstream kuartal IV 2026.
Djoko menambahkan, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan SKK Migas bersama para KKKS untuk menjaga momentum investasi sekaligus meningkatkan kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi nasional.
Bahkan, pemerintah membuka peluang peresmian proyek-proyek tersebut dilakukan langsung oleh Presiden saat mulai beroperasi nanti.
Jika target tersebut tercapai, tambahan produksi dari proyek-proyek baru ini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi domestik sekaligus menopang upaya peningkatan produksi migas nasional dalam beberapa tahun ke depan.


