Elnusa Tbk

Elnusa Gelontorkan Capex Rp566 Miliar, Perkuat Armada dan Teknologi Jasa Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, RuangEnergi.com – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) memperkuat momentum ekspansi bisnis dengan merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp566 miliar sepanjang 2025, atau sekitar 95% dari target Rp594 miliar.

Investasi ini difokuskan untuk memperkuat teknologi, meningkatkan kapasitas layanan, serta memperluas infrastruktur operasional guna menangkap peluang pertumbuhan di industri energi nasional.

Langkah ekspansi tersebut ditopang kinerja fundamental yang tetap solid. Sepanjang tahun buku 2025, Elnusa membukukan pendapatan Rp14,5 triliun, tumbuh sekitar 8% secara tahunan. Perseroan juga mencatat EBITDA Rp1,5 triliun, laba bersih Rp718 miliar, serta arus kas operasi Rp1,7 triliun.

Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menegaskan bahwa strategi investasi dilakukan secara selektif guna meningkatkan daya saing Perseroan di sektor jasa energi.

“Penguatan aset dan teknologi menjadi salah satu prioritas strategis Elnusa untuk menjaga keandalan layanan sekaligus membuka peluang kontrak baru,” ujar Nelwin dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, dengan fondasi aset yang semakin kuat serta pengelolaan keuangan yang sehat, Elnusa optimistis mampu memanfaatkan momentum pertumbuhan industri energi nasional.

Sepanjang 2025, sebagian besar capex diarahkan untuk memperkuat lini bisnis utama Perseroan.

Pada segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Elnusa mengalokasikan investasi untuk pengadaan Coiled Tubing Units, Cementing Units, serta Seismic Nodes guna meningkatkan kapasitas layanan well intervention dan survei seismik.

Sementara pada segmen Penjualan Barang serta Jasa Distribusi dan Logistik Energi, Perseroan menambah armada mobil tangki BBM untuk memperkuat distribusi energi nasional.

Adapun pada segmen Jasa Penunjang Migas, Elnusa memperkuat armada maritim melalui pengadaan hopper barge dan docking barges, serta mengembangkan fasilitas workshop dan warehouse di Batam.

Selain itu, Perseroan juga meningkatkan infrastruktur operasional melalui pengembangan warehouse Duri, peningkatan fasilitas firefighting di WHS BSD, serta penguatan sistem komunikasi operasional.

Dari sisi portofolio bisnis, segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 60% terhadap pendapatan.

Sementara itu, Jasa Hulu Migas Terintegrasi menyumbang 28%, dan Jasa Penunjang Migas sebesar 12%.

Secara keuangan, Elnusa mencatat total aset Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun, dengan Net Profit Margin sekitar 5%.

Kepercayaan pasar terhadap kinerja Perseroan juga tercermin dari saham ELSA yang sempat menyentuh level tertinggi sejak IPO, serta peningkatan peringkat kredit PEFINDO menjadi idAA+.

Ke depan, Elnusa menegaskan akan terus menjalankan strategi investasi yang disiplin dengan fokus pada penguatan teknologi, optimalisasi aset, dan efisiensi operasional.

Dengan strategi tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.