Prabumulih, Sumsel, ruangenergi.com– PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 menargetkan peningkatan produksi minyak hingga sekitar 30.305 barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas 485,07 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2026. Target ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Untuk mencapai target tersebut, PEP Zona 4 menyiapkan strategi operasi yang terukur dengan fokus pada optimalisasi lapangan eksisting. Upaya ini dilakukan melalui penguatan program development drilling, integrasi subsurface dan surface facility, serta pemanfaatan teknologi dan data guna meningkatkan keekonomian lapangan.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa peningkatan produksi tetap dijalankan dengan prinsip operasi berkelanjutan dan standar keselamatan tinggi.
“PEP Zona 4 mendorong peningkatan produksi melalui praktik operasi berkelanjutan demi mendukung ketahanan energi nasional. Keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasi,” ujar Djudjuwanto.
Pada 2026, PEP Zona 4 juga akan melanjutkan program pengeboran infill, interfield, dan step-out secara selektif. Kegiatan ini didukung pemutakhiran model geologi dan reservoir berbasis data seismik 2D dan 3D, termasuk teknologi passive seismic.
Selain itu, perusahaan menyiapkan program rejuvenasi lapangan mature, optimalisasi fasilitas produksi, serta penerapan teknologi untuk menekan natural decline yang umum terjadi pada lapangan-lapangan migas yang telah lama berproduksi.
Target produksi 2026 tersebut dipasang setelah PEP Zona 4 mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan berhasil membukukan produksi minyak sebesar 27.643 BOPD dan produksi gas 530,9 MMSCFD.
Kinerja pengeboran pengembangan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Produksi minyak dari program development drilling melonjak dari 385 barel per hari pada 2019 menjadi 3.874 barel per hari pada 2025.
Sementara itu, produksi gas dari program yang sama meningkat tajam dari 0,34 MMSCFD menjadi 12,21 MMSCFD atau sekitar 40 kali lipat. Lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan realisasi pengeboran, dari 9 rencana kerja pada 2019 menjadi 69 rencana kerja pada 2025.
Kinerja tersebut mengantarkan PEP dan PT Pertamina Hulu Energi Zona 4 meraih “Best Production Performance Award – Infill and Step-Out Drilling 2025” dari SKK Migas.
Sepanjang 2025, PEP Zona 4 juga menjalankan program kerja agresif dengan realisasi 69 pengeboran sumur, 51 pekerjaan workover (WO), serta 1.049 kegiatan well intervention/well service (WI/WS). Seluruh aktivitas tersebut dilaksanakan dengan pengelolaan risiko operasi yang ketat.
Dari sisi keselamatan kerja, perusahaan mencatatkan lebih dari 1.050 hari Zero Lost Time Injury (LTI) hingga akhir Januari 2026, dengan akumulasi 84.886.219 safe manhours per 31 Desember 2025.
“Pencapaian ini adalah buah kerja keras seluruh insan PHR Zona 4. Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar kinerja positif bisa dijaga secara berkelanjutan,” kata Djudjuwanto.
Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatra Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengoperasikan tujuh wilayah kerja, yakni:
- PEP Prabumulih Field
- PEP Limau Field
- PEP Adera Field
- PEP Pendopo Field
- PEP Ramba Field
- PHE Ogan Komering
- PHE Raja Tempirai
Wilayah operasi tersebut tersebar di dua kota, yakni Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten di Sumatera Selatan, antara lain Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
Seluruh kegiatan operasi PHR Regional Sumatra Zona 4 berada di bawah koordinasi serta pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan.

