BPH Migas Dukung Polisi Usut Mafia BBM Subsidi di Jember, SPBU Disegel

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jember, Jawa Timur, ruangenergi.com– Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk mengusut dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU 54.861.11, Jalan Teuku Umar, Kaliwates, Jember, Jawa Timur.

Ketua BPH Migas, Wahyudi Anas menegaskan bahwa proses hukum atas temuan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Polres Jember.

“Kami mendukung penuh pengusutan ini agar oknum yang bermain dapat ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Mengenai pengusutan tuntas, selanjutnya kami serahkan ke Aparat Penegak Hukum,” ujar Wahyudi dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026),seperti dilaporkan koresponden ruangenergi.com, Faisal Hafis, Sabtu (14/03/2026), di Jember.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, aparat kepolisian telah melakukan penyegelan terhadap SPBU tersebut sehingga untuk sementara tidak dapat beroperasi. Langkah ini diambil guna memudahkan penyidikan terkait dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

Dari hasil pemeriksaan awal, BPH Migas menemukan adanya ketidaksesuaian antara volume pasokan BBM yang masuk dengan catatan penjualan di SPBU tersebut.

“Kami menemukan ketidaksesuaian signifikan antara pasokan masuk sebesar 16 kiloliter (KL), namun tercatat penjualan mencapai 22 KL per hari. Semalam juga ditemukan aktivitas yang berpotensi sebagai penyalahgunaan stok BBM,” jelasnya.

BPH Migas menduga modus yang digunakan para oknum adalah memanfaatkan Surat Rekomendasi yang seharusnya diperuntukkan bagi sektor tertentu seperti perikanan, pertanian, UMKM, serta pelayanan umum.

Namun dalam praktiknya, dokumen tersebut diduga disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak untuk mendapatkan BBM subsidi.

“Selisih angka yang cukup signifikan ini sedang kami dalami bersama Pertamina untuk menghitung total potensi kerugian negara. Kami tidak akan menoleransi praktik yang merugikan rakyat kecil ini,” tegas Wahyudi.

Meski SPBU tersebut disegel, BPH Migas memastikan distribusi BBM di wilayah Jember tetap berjalan normal. Pasokan BBM seperti Biosolar, Pertalite, hingga Pertamax Green dari SPBU yang ditutup sementara itu akan dialihkan ke SPBU terdekat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang periode konsumsi tinggi menjelang Idulfitri.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami pastikan distribusi tetap normal agar persiapan Lebaran dan aktivitas ekonomi warga tetap berjalan lancar,” katanya.

Penyegelan SPBU yang dilakukan pada Sabtu pukul 11.45 WIB tersebut merupakan hasil koordinasi antara BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, Polres Jember, DPRD setempat, serta pemerintah daerah.

BPH Migas juga mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh sektor yang berhak.