Dorong Budaya Keselamatan di Laut, PTK Luncurkan Digitalisasi HSSE Induction bagi Kru Kapal

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Di tengah dinamika industri maritim energi yang semakin kompleks, keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan fondasi kepercayaan bagi setiap layanan yang diberikan kepada pelanggan. PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memahami bahwa setiap kapal yang berlayar membawa lebih dari sekadar muatan energi, namun membawa tanggung jawab besar terhadap keselamatan manusia, lingkungan, dan keberlanjutan operasional. Dari kesadaran inilah lahir sebuah langkah transformasi: digitalisasi proses HSSE Induction melalui peluncuran Aplikasi HSSE Induction PTK Group, sebuah inovasi yang dirancang untuk memastikan setiap kru yang naik ke atas kapal telah siap secara pengetahuan, kesadaran keselamatan, dan kepatuhan terhadap standar HSSE perusahaan.

Transformasi ini menandai perubahan penting dari proses induction yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang terintegrasi. Jika dahulu proses pengumpulan dokumen, pengisian formulir pre-test dan post-test, hingga pencetakan kartu HSSE dilakukan secara terpisah dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit, kini seluruh tahapan tersebut dapat dijalankan secara end-to-end melalui satu platform digital. Melalui sistem ini, data peserta, hasil evaluasi, hingga masa berlaku kartu HSSE dapat dipantau secara real-time. Bagi perusahaan, inovasi ini bukan sekadar peningkatan efisiensi administratif, tetapi sebuah lompatan menuju tata kelola keselamatan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Lebih dari itu, implementasi aplikasi HSSE Induction memberikan dampak strategis terhadap kualitas layanan bisnis PTK sebagai penyedia marine services yang mendukung distribusi energi nasional. Dengan sistem induction yang lebih terstandarisasi dan terdokumentasi secara digital, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap kru yang bekerja di armada PTK telah memenuhi standar keselamatan yang sama. Hal ini pada akhirnya memperkuat kepercayaan klien, baik dari sektor energi, logistik maritim, maupun mitra industri lainnya, bahwa setiap layanan yang diberikan PTK dijalankan oleh sumber daya manusia yang siap, kompeten, dan memahami prinsip keselamatan secara menyeluruh.

Bagi pelanggan dan calon klien, digitalisasi ini menghadirkan nilai tambah yang nyata. Proses verifikasi kepatuhan HSSE dapat dilakukan dengan lebih cepat dan transparan, sementara dokumentasi keselamatan dapat diakses dan dipantau dengan lebih mudah oleh pihak terkait. Dalam industri yang sangat bergantung pada keandalan operasional, sistem seperti ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran kegiatan logistik energi. Dengan kata lain, inovasi ini bukan hanya meningkatkan efisiensi internal perusahaan, tetapi juga memperkuat ekosistem layanan maritim yang lebih aman dan terpercaya bagi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, I Ketut Laba, menyampaikan bahwa digitalisasi HSSE Induction merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang semakin kuat seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Menurutnya, transformasi ini bukan sekadar penggantian sistem manual dengan digital, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap insan yang bekerja di lingkungan operasional PTK memiliki pemahaman keselamatan yang konsisten dan berstandar tinggi. Ia menegaskan bahwa melalui inovasi ini, PTK ingin memastikan bahwa setiap kapal yang beroperasi membawa standar keselamatan terbaik sebagai bagian dari keandalan layanan perusahaan.

Sementara itu, Direktur Keuangan & SDM PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, menekankan bahwa pengembangan aplikasi ini juga menjadi bagian dari investasi perusahaan dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif dan berorientasi pada manusia. Menurutnya, digitalisasi HSSE Induction tidak hanya meningkatkan efisiensi proses, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih mudah dan jelas bagi para kru dalam memahami prosedur keselamatan sebelum memulai tugas di kapal. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat memantau kompetensi dan kepatuhan HSSE secara lebih akurat, sekaligus memastikan bahwa setiap pekerja memiliki akses yang sama terhadap informasi keselamatan yang penting bagi pekerjaannya.

Ke depan, aplikasi HSSE Induction ini dirancang untuk terus berkembang. Pada tahap awal, sistem ini digunakan untuk kru kapal yang akan on board ke armada PTK. Namun dalam pengembangan selanjutnya, platform ini direncanakan untuk mencakup pekerja operasional darat di lingkungan PTK Group, sehingga menciptakan sistem induction yang lebih luas dan terintegrasi di seluruh lini operasional perusahaan. Dengan langkah ini, PTK tidak hanya memperkuat standar keselamatan di laut, tetapi juga membangun ekosistem keselamatan kerja yang konsisten di seluruh aktivitas bisnisnya.

Pada akhirnya, transformasi digital seperti ini menunjukkan bahwa inovasi dalam industri maritim tidak selalu terlihat dari ukuran kapal atau kecanggihan teknologi navigasi, tetapi juga dari cara perusahaan membangun sistem yang memastikan setiap manusia yang bekerja di dalamnya dapat beroperasi dengan aman. Melalui implementasi Aplikasi HSSE Induction, PT Pertamina Trans Kontinental kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan maritim yang tidak hanya andal dalam mendukung distribusi energi nasional, tetapi juga membawa nilai keselamatan, profesionalisme, dan keberlanjutan bagi klien, pekerja, serta masyarakat luas.