Hong Kong, ruangenergi.com— Di tengah dinamika pasar global yang belum sepenuhnya stabil, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) justru mencetak prestasi bergengsi. Anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini sukses meraih Indonesia Capital Markets Deal of the Year dalam ajang IFR Asia Awards 2025 yang digelar di Hong Kong, Selasa (14/04/2026).
Penghargaan tersebut bukan datang tanpa alasan. PHE dinilai berhasil mengeksekusi penerbitan perdana US Dollar Global Bond senilai USD 1 miliar pada Mei 2025—sebuah langkah berani di tengah tekanan pasar pasca kebijakan tarif global (post-liberation day tariffs). Obligasi tenor lima tahun dengan kupon 5,25% itu bahkan mencatat kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 2,4 kali, menandakan tingginya kepercayaan investor internasional.
Direktur Keuangan PHE, Bayu Kusuma Dewanto, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh lini perusahaan. Menurutnya, stabilitas kinerja operasional menjadi fondasi utama yang membuat investor tetap percaya di tengah ketidakpastian global.
“Ini bukan hanya keberhasilan tim keuangan, tetapi seluruh perwira Subholding Upstream yang konsisten menjaga performa operasional. Penghargaan ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus mempertahankan kepercayaan investor,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, PHE bersaing di kategori Country Awards—salah satu dari tiga kelompok penghargaan utama selain Regional Awards dan Asset Class Awards. Menariknya, PHE menjadi satu-satunya wakil dari sektor energi yang berhasil menembus daftar pemenang.
Tak hanya itu, pada malam penganugerahan, PHE juga disorot sebagai penerbit obligasi korporasi terbesar dari Indonesia sejak 2022. Capaian ini diperkuat oleh partisipasi investor berkualitas tinggi, terutama dari kalangan real-money accounts, yang dikenal selektif dalam menempatkan dana.
Momentum ini mempertegas posisi PHE sebagai pemain kunci di industri hulu migas nasional sekaligus aktor yang semakin diperhitungkan di pasar keuangan global. Bayu menegaskan, perusahaan akan terus menjaga standar operational excellence sembari mendorong inovasi bisnis.
“Ke depan, kami optimistis menghadapi berbagai tantangan dengan tetap menjaga kepercayaan investor. Inovasi akan terus kami dorong untuk mendukung ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional,” tambahnya.
Sejalan dengan arah transformasi industri energi, PHE juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Selain itu, perusahaan menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dan memastikan praktik bisnis yang bersih.
Dengan kombinasi kinerja operasional yang solid, strategi keuangan yang presisi, dan komitmen tata kelola yang kuat, langkah PHE di panggung global tampaknya bukan sekadar pencapaian sesaat—melainkan sinyal kuat bahwa energi Indonesia semakin dipercaya dunia.


