Cegah Bahaya Kebakaran, Mahasiswa ITPLN Sodorkan Solusi Pintar Pantau Gas LPG Berbasis IoT

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Insiden ledakan gas LPG yang kerap memakan korban jiwa dan menghanguskan pemukiman warga bukan lagi sekadar berita angin lalu. Kebocoran yang tak terdeteksi dan lambatnya respons menjadi momok menakutkan yang mengintai setiap dapur, baik di rumah tangga maupun UMKM.

Berangkat dari kegelisahan terhadap ancaman mematikan tersebut, sekelompok inovator muda dari Institut Teknologi PLN (ITPLN) menciptakan sebuah terobosan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang diberi nama LPG-SafeSense.

“Kami melihat ada celah besar dalam keamanan penggunaan LPG selama ini. Masyarakat seringkali baru menyadari kebocoran saat bau gas sudah menyengat atau bahkan saat api sudah menyambar. Itu sudah sangat terlambat,” ujar Mangara Pakpahan, salah satu inovator LPG-SafeSense, Jum’at , 17 April 2026.

Inovasi LPG SafeSense ini berhasil menjadi juara satu lomba inovasi Technology Incubation Sprint Program ITPLN yang digelar bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI).

LPG-SafeSense bukan sekadar alat deteksi biasa. Perangkat ini mengintegrasikan sensor gas MQ6 yang sangat sensitif dan loadcell untuk memantau berat tabung secara real-time. Data dari perangkat ini langsung terhubung ke smartphone pengguna melalui aplikasi khusus.

Inovator lainnya, Zaidan Taftazani menjelaskan bahwa sistem ini bekerja secara preventif. Menurutnya, begitu sensor mendeteksi kadar gas di atas ambang normal, alarm berupa buzzer dan LED di lokasi akan aktif secara otomatis.

“Di saat yang sama, notifikasi peringatan akan muncul di ponsel pemilik rumah meskipun mereka sedang berada di luar,” katanya.

Tak hanya soal keamanan, efisiensi juga menjadi keunggulan utama. Hizaifa Meilani yang juga anggota tim pengembang, menambahkan bahwa fitur pemantauan berat gas membantu pengguna menghindari kehabisan gas secara mendadak.

“Banyak pelaku UMKM, seperti warung makan atau katering, yang merugi karena gas habis di tengah proses memasak. Dengan alat ini, sisa isi tabung terpantau dalam hitungan persentase di aplikasi,” tambahnya.

Secara teknis, perangkat ini memiliki desain yang kompak dan mudah dipasangkan pada berbagai ukuran tabung gas. Layar LCD pada alat memberikan informasi visual langsung di lokasi, sementara modul IoT memastikan integrasi data yang akurat di sistem cloud.

Tim SafeSense kini tengah membidik pasar luas, mulai dari sektor rumah tangga, apartemen, hingga bisnis kuliner seperti pedagang kaki lima (PKL) dan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain melalui penjualan unit (hardware), mereka juga menyiapkan skema kemitraan serta fitur berbayar untuk analisis data yang lebih mendalam bagi pelaku bisnis.

Inovasi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan akibat kebocoran gas secara signifikan di Indonesia. Program inovasi ITPLN lainnya bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

“Keamanan gas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus bisa diakses oleh siapa saja,” pungkasnya dengan nada optimis.

Bagi masyarakat yang tertarik melihat kecanggihan alat ini, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi mereka di @lpg.safesense.