Setetes Minyak, Sedetik Waktu”: Djoko Siswanto Turun Langsung ke Blok Rokan di Tengah Tekanan Global

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com-Di tengah gejolak global yang kian tidak menentu, upaya menjaga ketahanan energi nasional semakin terasa sebagai perjuangan yang tidak ringan. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa setiap tetes minyak dari dalam negeri kini memiliki arti yang jauh lebih strategis bagi Indonesia.

Pasokan migas dari luar negeri semakin sulit diperoleh. Kalaupun tersedia, harganya melonjak tinggi, membebani keuangan negara. Dalam situasi seperti ini, produksi domestik menjadi tumpuan utama. “Setetes minyak dari dalam negeri sangat berarti untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat,” ujar Djoko dalam kunjungan lapangannya.

Sorotan utama kunjungan tersebut tertuju pada Blok Rokan, salah satu tulang punggung produksi minyak nasional yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan. Di wilayah ini, keberlangsungan operasi sangat bergantung pada pasokan listrik—yang diibaratkan sebagai “jantung” bagi ribuan pompa angguk yang mengangkat minyak dari perut bumi.

Namun, sejak akhir Desember 2025, pembangkit listrik di wilayah tersebut mengalami gangguan berulang. Hingga April 2026, proses perbaikan belum juga rampung. Kondisi ini berdampak langsung pada laju produksi minyak, yang semakin tertahan seiring lamanya waktu perbaikan.

Tidak tinggal diam, Djoko Siswanto memilih turun langsung ke lapangan. Ia ingin memastikan progres perbaikan berjalan serta memberikan dorongan moral kepada para pekerja. Di tengah panasnya lokasi operasi dan tekanan target produksi, kehadiran pimpinan tertinggi sektor hulu migas itu menjadi suntikan semangat tersendiri.

“Setetes minyak dan sedetik waktu sangat berarti bagi negara, bangsa, dan masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut bukan sekadar slogan. Ia menjadi refleksi dari urgensi yang dihadapi industri migas nasional saat ini—bahwa efisiensi waktu dan optimalisasi produksi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa di tengah tantangan global, ketahanan energi Indonesia sangat bergantung pada kerja keras di dalam negeri. Dari pompa-pompa angguk di Rokan hingga ruang kebijakan di pusat, setiap detik dan setiap tetes kini menjadi penentu masa depan energi bangsa.