Djoko Siswanto: Puluhan Ribu Sumur Rakyat Siap Dongkrak Lifting Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di saat dunia masih dihantui ketidakpastian pasokan energi akibat memanasnya konflik Iran–Israel–Amerika Serikat dan ancaman penurunan produksi minyak secara alamiah di berbagai negara, Indonesia justru mendapat kabar yang memberi harapan besar bagi ketahanan energi nasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Jumat (15/5/2026) menyampaikan laporan menggembirakan kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sektor energi. Ia menyebut gelombang partisipasi masyarakat dalam menyalurkan produksi minyak dari sumur rakyat kini mulai bergerak secara masif dan terorganisir menuju jalur resmi.

“Alhamdulillah, masyarakat bersama pemerintah pusat dan daerah, mulai dari Bapak Presiden hingga kepala desa, TNI-Polri, Kejaksaan, hingga seluruh elemen bangsa mulai bergerak bersama mendukung penyediaan energi nasional,” ujar Djoko dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Fenomena ini menjadi momentum penting. Di berbagai daerah penghasil minyak tradisional, masyarakat disebut mulai berbondong-bondong mengirimkan hasil produksi minyaknya kepada PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang sangat dibutuhkan masyarakat luas.

Langkah legalisasi sumur minyak masyarakat yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah kini mulai menunjukkan hasil nyata. Setelah bertahun-tahun aktivitas produksi rakyat berjalan di wilayah abu-abu, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai mulai membuahkan kepercayaan baru.

Djoko menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan aparat penegak hukum dan institusi negara yang melakukan penertiban kilang-kilang ilegal sambil membuka jalan legal bagi produksi masyarakat.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, jajaran Tentara Nasional Indonesia, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses legalisasi sumur masyarakat.

“Insya Allah puluhan ribu sumur masyarakat akan mengalirkan minyaknya ke KKKS dan Pertamina secara bertahap,” kata Djoko optimistis.

Tak hanya sektor energi dan aparat negara, dunia perbankan nasional juga mulai mengambil peran penting dalam ekosistem baru ini. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk disebut telah siap mendukung pembiayaan transaksi penjualan minyak dari sumur masyarakat.

Keterlibatan bank-bank BUMN itu dipandang sebagai sinyal kuat bahwa tata kelola minyak rakyat kini mulai bergerak menuju sistem yang lebih formal, transparan, dan terintegrasi.

Di tengah tantangan global, geliat produksi minyak rakyat ini dinilai dapat menjadi tambahan energi baru bagi target lifting nasional yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan penurunan alamiah produksi lapangan tua.

Dengan semangat kolaborasi nasional, pemerintah berharap langkah ini tidak hanya memperkuat pasokan energi domestik, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat daerah penghasil minyak.

Menutup laporannya, Djoko Siswanto menyampaikan pesan penuh optimisme dan semangat persatuan.

“Bersama kita BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA.”