Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Perusahaan migas asal Rusia, JSC Zarubezhneft, tak hanya ingin melanjutkan proyek Blok Tuna di Laut Natuna. Perusahaan energi pelat merah Rusia itu kini membidik peluang lebih besar dengan menyatakan minat menggarap proyek-proyek migas lain di Indonesia melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur-sumur idle.
Ketertarikan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot dengan jajaran Zarubezhneft di sela Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Kazan.
Langkah Zarubezhneft dinilai sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produksi minyak nasional yang terus menghadapi tantangan penurunan alami dari lapangan-lapangan tua. Teknologi EOR sendiri dikenal mampu meningkatkan perolehan minyak dari sumur yang produksinya mulai menurun, sementara reaktivasi sumur idle menjadi salah satu strategi cepat untuk menambah lifting migas nasional.
“Kami membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Zarubezhneft, termasuk pengembangan proyek migas baru dan optimalisasi lapangan yang sudah ada,” ujar Yuliot usai pertemuan, dikutip dari website ESDM.
Zarubezhneft bukan pemain baru di Indonesia. Perusahaan tersebut telah masuk ke proyek migas nasional sejak 2020 melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., dengan mengakuisisi 50% participating interest (PI) di Proyek Tuna, Laut Natuna.
Minat ekspansi perusahaan Rusia itu bahkan telah dicatat dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia. Dalam dokumen tersebut, pihak Rusia menegaskan keinginan Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk keterlibatan dalam proyek-proyek migas baru bersama perusahaan energi nasional.
Selain menawarkan teknologi EOR, Zarubezhneft juga dinilai memiliki pengalaman dalam pengelolaan lapangan mature field yang relevan dengan kondisi banyak blok migas Indonesia saat ini. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat membantu mengangkat kembali produksi minyak nasional yang menjadi target strategis sektor energi.

