Bunyu, Kaltara, ruangenergi.com-Semangat Hari Buruh 2026 di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara, terasa berbeda. Tidak ada aksi turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan, melainkan gerakan menanam pohon dan memungut sampah plastik demi masa depan lingkungan yang lebih lestari.
PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field bersama Federasi Serikat Pekerja Pertambangan & Gas Bumi Bersatu (FSPPB) menggelar “Aksi Hijau May Day” di Desa Bunyu Barat, Kecamatan Bunyu, Bulungan, Jumat (2/5/2026). Sebanyak 180 peserta yang terdiri dari pekerja migas, unsur Muspika Bunyu, hingga perwakilan serikat pekerja, terlibat langsung dalam aksi penghijauan dan pembersihan kawasan sekitar wilayah operasi perusahaan.
Kegiatan itu menjadi simbol perubahan cara memaknai Hari Buruh. Jika selama ini May Day identik dengan demonstrasi dan tuntutan kesejahteraan, di Bunyu momentum tersebut justru diubah menjadi gerakan kolektif menjaga bumi.
Senior Manager PEP Bunyu Field, Ruri Heriandi, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan kini menjadi bagian penting dalam operasional industri hulu migas.
“Pada peringatan Hari Buruh kali ini, kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja dan pemerintah kecamatan, untuk melakukan aksi mendukung perbaikan ekosistem, penurunan emisi karbon, dan pelestarian lingkungan hidup yang penting bagi masa depan kehidupan,” ujarnya.
Menurut Ruri, aksi sederhana seperti menanam pohon dan membersihkan sampah justru memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.
“Kami ingin terus berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan melalui langkah yang sederhana, berupa penanaman pohon dan pembersihan sampah, namun berdampak besar bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Sejak pagi, para peserta dibekali pengarahan teknis mengenai penanaman pohon dan pengelolaan sampah plastik oleh Officer Environment PEP Bunyu Field, Nurhadi Muslim. Selain aksi bersih-bersih, perusahaan juga mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kerja maupun masyarakat sekitar.
Bagi Pertamina, aksi lingkungan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Perusahaan meyakini keberlanjutan lingkungan akan berjalan beriringan dengan keberlanjutan produksi energi nasional.
“Kami percaya keberlanjutan lingkungan dan masyarakat akan mendukung keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang penting bagi ketersediaan dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ujar Ruri.
PEP Bunyu Field sendiri merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang berada di bawah naungan PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.
Proper Hijau
Komitmen tersebut juga tercermin dari capaian Grup PHI yang berhasil meraih enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan itu diberikan kepada sejumlah anak perusahaan dan afiliasi PHI, termasuk PEP Bunyu Field, atas keberhasilan menjalankan pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai melampaui standar kepatuhan atau beyond compliance.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat di wilayah operasi.
“Penghargaan ini adalah buah kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat di wilayah operasi Perusahaan, dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah,” katanya.
PHI juga terus mengembangkan berbagai program CSR inovatif di wilayah operasinya. Salah satunya program unggulan PEP Bunyu Field bertajuk “Mantap Betul Bah”, yang memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan air hujan.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim dan transisi energi, langkah yang dilakukan pekerja migas di Bunyu menunjukkan bahwa industri energi tak lagi hanya bicara produksi dan lifting. Ada upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antara energi, lingkungan, dan masyarakat.
May Day di Bunyu tahun ini pun meninggalkan pesan sederhana: menjaga bumi bisa dimulai dari satu pohon yang ditanam dan satu sampah plastik yang dipungut bersama.

