Pertamina Klarifikasi Kabar Pembatasan Pertalite: Tidak Ada Larangan untuk Merek Mobil Tertentu

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Viral Daftar Mobil Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026? Pertamina: Hoaks!

Jagat media sosial tengah diramaikan dengan unggahan soal sejumlah merek kendaraan yang disebut-sebut tidak lagi boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.

Pertamina Patra Niaga menegaskan hingga saat ini tidak ada aturan, arahan, maupun rencana dari pemerintah terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan ataupun kapasitas mesin.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (22/5/2026).

Menurut Roberth, Pertamina Patra Niaga hanya menjalankan mandat distribusi energi sesuai kebijakan resmi pemerintah. Karena itu, isu yang beredar di media sosial dinilai menyesatkan dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pembatasan Pertalite berdasarkan jenis merek kendaraan tertentu.

Di tengah ramainya isu tersebut, Pertamina memastikan distribusi dan penyaluran Pertalite tetap berjalan normal di seluruh wilayah. Adapun Program Subsidi Tepat yang saat ini diterapkan bertujuan untuk memperbaiki tata kelola distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran, bukan untuk melarang kendaraan tertentu membeli Pertalite.

Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi di ruang digital. Publik diminta selalu mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum membagikannya kembali.

Untuk informasi resmi terkait layanan dan produk BBM, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau mengakses situs resmi  Pertamina Patra Niaga.