Jakarta, ruangenergi.com– Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memasang target ambisius untuk meningkatkan produksi emas nasional pada 2026. Perusahaan menargetkan produksi emas mencapai 31,7 ton atau naik 6 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang sebesar 29,9 ton.
Kenaikan produksi tersebut akan ditopang oleh dua pemain utama dalam Grup MIND ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis emas nasional.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan target tersebut mencerminkan optimisme perusahaan terhadap peningkatan kinerja operasional di seluruh lini produksi.
“Untuk emas, PT Antam dan PT Freeport Indonesia, MIND ID menargetkan kenaikan 6 persen yang didukung oleh peningkatan kinerja operasional,” ujar Maroef dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI.
Menurut Maroef, tahun 2026 bukan sekadar periode pencapaian target produksi, tetapi menjadi tahun penting yang diposisikan sebagai fondasi strategis untuk mewujudkan visi jangka panjang perusahaan. Fokus utama MIND ID adalah memperkuat aspek keberlanjutan sekaligus mengoptimalkan nilai dari seluruh portofolio tambang yang dikelola.
“Pada tahun 2026, kami posisikan sebagai pondasi strategis untuk mencapai target jangka panjang, khususnya dalam meningkatkan keberlanjutan dan optimalisasi nilai dari seluruh portofolio tambang MIND ID,” katanya.
Untuk merealisasikan target tersebut, MIND ID menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu faktor penentu adalah kepastian perolehan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) secara tepat waktu. Selain itu, perusahaan juga menaruh perhatian besar pada kesiapan alat produksi dan penguatan kapasitas logistik guna memastikan operasional berjalan optimal.
“Perolehan RKAB secara tepat waktu, ketersediaan peralatan yang dapat menunjang peningkatan produksi, serta peningkatan kapasitas logistik menjadi kunci agar target-target operasional ini dapat dicapai pada tahun 2026,” jelasnya.
Optimisme MIND ID bukan tanpa alasan. Sepanjang 2025, holding BUMN pertambangan tersebut berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui target. Laba bersih perusahaan mencapai Rp29 triliun atau 13 persen lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan sebelumnya.
Di sisi pendapatan, MIND ID membukukan revenue sebesar Rp159 triliun, tumbuh hingga 4 persen di atas target. Sementara itu, EBITDA tercatat mencapai Rp42 triliun atau melampaui target sebesar 3 persen.
“MIND ID mencatat pendapatan sebesar Rp159 triliun atau 4 persen di atas target. EBITDA sebesar Rp42 triliun atau 3 persen di atas target,” ungkap Maroef.
Kinerja positif tersebut menunjukkan ketahanan bisnis MIND ID di tengah fluktuasi harga komoditas global. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan strategi operasional yang semakin terintegrasi, perusahaan optimistis dapat meningkatkan kontribusinya terhadap produksi mineral nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen emas utama dunia.
Target produksi emas 31,7 ton pada 2026 menjadi salah satu langkah penting MIND ID dalam menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengoptimalkan nilai tambah sumber daya mineral untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.


