Jakarta, ruangenergi.com – Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis MIND ID dalam memperkuat cadangan mineral nasional, termasuk melalui ekspansi bisnis dan akuisisi perusahaan tambang. Bahkan, parlemen menegaskan kesiapannya memberikan “karpet merah” berupa dukungan regulasi hingga kemudahan perizinan guna mempercepat penguatan aset mineral strategis Indonesia.
Dukungan tersebut mencerminkan sikap kolektif lintas fraksi di Komisi XII DPR RI yang menilai pengamanan cadangan mineral menjadi agenda mendesak di tengah meningkatnya tensi geopolitik global serta melonjaknya kebutuhan bahan baku untuk mendukung transisi energi dunia.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, menegaskan bahwa DPR berada di belakang langkah ekspansi yang dijalankan MIND ID, termasuk apabila dilakukan melalui aksi korporasi berupa akuisisi.
“Kami memberikan karpet merah, mendukung regulasi dan kemudahan perizinan agar MIND ID dapat terus meningkatkan kinerja dan memperkuat aset melalui akuisisi,” ujar Rokhmat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI.
Menurutnya, performa MIND ID sepanjang 2025 menjadi bukti kuat bahwa holding industri pertambangan nasional tersebut memiliki kapasitas finansial yang memadai untuk berekspansi lebih agresif. MIND ID mencatat laba bersih lebih dari Rp29 triliun atau tumbuh lebih dari 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, kontribusi kepada negara mencapai Rp159 triliun dengan EBITDA sebesar Rp42 triliun.
“Capaian tersebut menunjukkan fundamental perusahaan sangat sehat dan siap mengambil peluang strategis untuk memperkuat portofolio aset pertambangan nasional,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Nasir. Ia menilai penguatan cadangan mineral menjadi kebutuhan mendesak mengingat permintaan komoditas strategis diproyeksikan terus meningkat seiring percepatan elektrifikasi dan transisi energi global.
Menurut Abdul Nasir, MIND ID perlu lebih agresif menjajaki potensi tambang baru, termasuk wilayah-wilayah yang belum banyak dieksplorasi, agar Indonesia mampu menjaga keberlanjutan pasokan mineral strategis dalam jangka panjang.
“Kebutuhan akan meningkat, terutama untuk mendukung transformasi energi. Karena itu eksplorasi dan penguatan cadangan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral global sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku mineral.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan bahwa sektor pertambangan dan program hilirisasi merupakan salah satu pilar utama transformasi ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029, dan sektor mineral dipandang memiliki peran strategis dalam mencapai target tersebut.
Menurut Sugeng, MIND ID dituntut tidak hanya kuat di sektor hulu, tetapi juga mampu membangun ekosistem industri dari tambang hingga produk bernilai tambah tinggi.
“Hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas, mulai dari nikel, bauksit hingga batubara,” kata Sugeng.
Ia menilai konsistensi kinerja MIND ID, termasuk keberhasilannya masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025, menjadi indikator penting kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional.
Meski demikian, DPR mengingatkan bahwa agenda hilirisasi masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Tingginya kebutuhan investasi, ketergantungan terhadap teknologi asing, hingga persoalan pasokan energi dan bahan baku menjadi faktor yang harus diantisipasi.
Karena itu, DPR mendorong lahirnya strategi yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang agar proyek-proyek hilirisasi mampu memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi negara.
Dengan dukungan politik yang kuat dari parlemen, langkah MIND ID memperkuat cadangan mineral melalui eksplorasi maupun akuisisi kini mendapat angin segar. Bagi DPR, penguasaan cadangan mineral bukan sekadar strategi bisnis, melainkan fondasi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional dan menangkap peluang besar dari era energi bersih yang tengah berkembang pesat di seluruh dunia.


