Jambi, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari pengelolaan sumur minyak masyarakat di Provinsi Jambi. Aliran minyak dari sumur-sumur masyarakat ke fasilitas Pertamina dilaporkan terus berlangsung sepanjang akhir pekan, siang dan malam, menunjukkan peningkatan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan industri hulu migas.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Minggu (7/6/2026), disebutkan bahwa aktivitas penyaluran minyak masyarakat di Jambi berjalan lancar dan berkelanjutan. Capaian ini menjadi salah satu indikator positif dalam upaya bersama meningkatkan produksi minyak nasional.
Ke depan, program serupa di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah diharapkan dapat beroperasi penuh selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Dengan demikian, kontribusi sumur masyarakat terhadap pasokan energi nasional diproyeksikan semakin signifikan.
Sementara itu, implementasi program di Sumatera Utara, Aceh, dan Jawa Timur masih menunggu penyelesaian proses perizinan. Para pemangku kepentingan optimistis seluruh tahapan administrasi dapat dituntaskan dalam waktu dekat sehingga produksi dari wilayah-wilayah tersebut dapat segera mengalir ke sistem resmi nasional.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pertamina, Badan Kerja Sama Usaha (BKU), masyarakat pengelola sumur, SKK Migas, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, pemerintah daerah, Polri, hingga TNI.
Dengan semakin banyaknya sumur masyarakat yang terintegrasi ke dalam tata kelola migas nasional, optimisme terhadap peningkatan lifting minyak Indonesia semakin menguat. Semangat kolaborasi yang terbangun menjadi modal penting untuk mendukung ketahanan energi nasional dan mencapai target produksi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Insya Allah bersama kita bisa. Lifting naik, bisa, bisa, bisa,” menjadi semangat yang terus digaungkan seluruh pihak yang terlibat dalam program pemberdayaan sumur masyarakat tersebut.

