Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Kabar baik datang dari upaya pemulihan infrastruktur vital di wilayah operasi migas Rokan. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa proses perbaikan generator pembangkit listrik di fasilitas MCTN telah mencapai tonggak penting dan berhasil melewati titik kritis perbaikan.
Perbaikan yang dilakukan pada rotor turbin gas dan kompresor menunjukkan hasil menggembirakan. Proses balancing yang menjadi parameter utama sukses mencapai deviasi di kisaran 0,03–0,04 mm, lebih baik dari target toleransi maksimum 0,05 mm.
“Ini menandakan critical point perbaikan sudah terlewati dan pekerjaan dapat dinyatakan selesai,” ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM dan jajaran terkait.
Tahap berikutnya, tim dari ASDP Indonesia Ferry dijadwalkan turun langsung ke workshop Sulzer Ltd di Purwakarta untuk melakukan pengukuran dimensi rotor dan kompresor. Pengukuran ini menjadi syarat penting sebelum komponen dikemas dan diangkut menggunakan kapal RoRo menuju lokasi operasi di Riau.
Sambil menunggu izin angkut darat dan laut terbit, pihak Sulzer melakukan proses akhir berupa pemolesan poros rotor, kompresor, serta blade agar kembali optimal seperti baru. Setelah itu, seluruh komponen akan dibersihkan menggunakan nitrogen (N2), lalu dikemas secara vakum untuk memastikan keamanan selama perjalanan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, komponen vital tersebut ditargetkan bisa dikirim ke MCTN Riau pada pekan depan.
Keberhasilan ini menjadi sangat strategis karena pembangkit listrik berkapasitas 100 MW tersebut merupakan tulang punggung operasional pompa angguk listrik di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan. Tanpa pasokan listrik yang stabil, banyak sumur minyak di Blok Rokan terhenti dan berpotensi menekan produksi nasional.
Meski pemantauan harian sejatinya berada dalam ranah teknis ketenagalistrikan dan migas, Djoko menegaskan keterlibatan langsung SKK Migas dilakukan karena urgensi tinggi terhadap target lifting nasional.
“Pembangkit ini sangat dibutuhkan agar sumur-sumur minyak yang sempat mati bisa kembali berproduksi normal,” tegasnya.
Dengan progres yang terus bergerak positif, harapan untuk mendongkrak lifting minyak nasional kini kembali terbuka lebar.
Bersama Kita Bisa. Lifting Naik: Bisa, Bisa, Bisa.


