Bengkulu, ruangenergi.com– Pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari enam jam di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma dan sekitarnya, Sabtu (20/6/2026), memicu keluhan warga.
Listrik diketahui padam sejak sekitar pukul 17.40 WIB hingga larut malam dan menyebabkan berbagai aktivitas rumah tangga maupun usaha terganggu.
Warga mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi pemadaman yang terjadi menjelang malam hari. Akibatnya, banyak rumah terpaksa tanpa penerangan dan sejumlah pekerjaan rumah tangga tertunda.
Arum, warga Sukaraja, mengaku kesal karena pemadaman terjadi saat dirinya belum sempat memasak untuk keluarga. Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan aktivitas di rumah karena listrik padam tanpa adanya informasi yang diterima sebelumnya.
Keluhan serupa disampaikan Ardi. Ia meminta PLN memberikan penjelasan terkait penyebab padamnya listrik yang berlangsung sangat lama. Menurutnya, berbagai pekerjaan yang bergantung pada pasokan listrik tidak dapat diselesaikan sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.
Dampak pemadaman juga dirasakan pelaku usaha kecil. Rudi, seorang penjual gorengan di wilayah Sukaraja, mengaku mengalami kerugian karena minimnya penerangan membuat pembeli enggan datang. Biasanya, waktu sore hingga malam menjadi jam ramai penjualan, namun kondisi gelap membuat aktivitas usaha tidak berjalan normal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pasti pemadaman yang terjadi di wilayah Sukaraja dan sekitarnya. Namun, berdasarkan pesan WhatsApp yang beredar di masyarakat, disebutkan telah terjadi gangguan pada sistem yang terhubung dengan Gardu Induk Pulau Baai.
Dalam informasi tersebut disebutkan penyulang Lobster mengalami gangguan (open) dengan indikasi gangguan tanah atau ground fault (GF). Gangguan itu mengakibatkan sekitar 50 gardu distribusi terdampak dengan perkiraan sebanyak 6.248 pelanggan mengalami pemadaman. Sejumlah wilayah di Kota Bengkulu dan kawasan sekitarnya juga dilaporkan ikut terdampak.
Pada pesan tersebut, estimasi awal pemadaman diperkirakan berlangsung selama tiga jam. Namun kenyataannya, hingga lebih dari enam jam setelah listrik padam, sejumlah wilayah di Kecamatan Sukaraja dan Kabupaten Seluma masih belum mendapatkan pasokan listrik secara normal.
Warga berharap PLN segera memberikan penjelasan resmi sekaligus memastikan pasokan listrik kembali stabil agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.


