Tangerang Selatan, tangerang, ruangenergi.com- Jakarta Drilling Society (JDS) Batch 7 melalui kelompok Drilling Project Management (DPM) 6 menyelenggarakan kegiatan company visit bertajuk “OPT x JDS: Cementing Unlocked” di fasilitas PT OPT Oilfield Services, Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta untuk memahami proses cementing, salah satu tahapan paling krusial dalam operasi pengeboran minyak, gas, dan panas bumi.
Selama kegiatan, peserta memperoleh pemaparan mengenai filosofi operasional perusahaan, sistem manajemen keselamatan (Zero Injury), teknologi cementing, kunjungan ke fasilitas cementing unit dan laboratorium, serta diskusi interaktif bersama praktisi industri mengenai inovasi slurry design untuk berbagai kondisi sumur.
Abdul Aziz selaku Direktur PT OPT Oilfield Services, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap proses cementing dalam menjaga integritas sumur.
“Keberhasilan operasi pengeboran tidak hanya ditentukan oleh peralatan, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, eksekusi cementing, serta komitmen terhadap standar keselamatan. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan inovasi yang berkembang di industri.”
Sementara itu, Ketua Umum Drilling Project Management (DPM) 6, Gilang Muhammad Mumtaaz, menyampaikan bahwa company visit ini dirancang untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang aplikatif kepada peserta. Tidak hanya memahami teori cementing, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi, budaya keselamatan, dan praktik terbaik diterapkan di industri sehingga dapat memperkaya kompetensi di bidang pengeboran.”
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman teknis peserta mengenai operasi cementing, memperluas wawasan terhadap teknologi yang digunakan di industri, serta mempererat kolaborasi antara Jakarta Drilling Society dengan PT OPT Oilfield Services sebagai mitra dalam pengembangan sumber daya manusia sektor energi.


