Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Rencana pemboran eksplorasi di wilayah kerja Pertamina East Natuna (PEN) dikabarkan mengalami penundaan. Informasi yang diperoleh RuangEnergi.com dari sumber menyebutkan, mundurnya jadwal pemboran diduga berkaitan dengan belum siapnya rig yang akan digunakan.
“Kayaknya pemboran mundur karena belum siap rig-nya,” ujar sumber RuangEnergi.com, Selasa (14/7/2026).
Menurut sumber tersebut, rig yang sebelumnya diharapkan sudah dapat dimobilisasi sejak Juni 2026 hingga kini belum tersedia sesuai kebutuhan operasi. Kondisi itu membuat jadwal pemboran harus bergeser.
“Rig-nya tidak siap pada saat dibutuhkan. Harusnya Juni sudah di lokasi,” ungkapnya.
Sumber yang sama bahkan menyebut terdapat kemungkinan kontrak penyediaan rig tidak akan dilanjutkan apabila kesiapan unit tidak dapat memenuhi kebutuhan proyek.
“Kemungkinan mau putus kontraknya,” katanya.
Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa program pemboran kini direncanakan kembali untuk dilaksanakan setelah musim monsun berakhir. Menurutnya, periode Agustus hingga Maret diperkirakan merupakan musim monsun di kawasan operasi sehingga aktivitas pemboran lepas pantai menjadi kurang ideal.
“Pengeboran akan diagendakan. Bulan Agustus sampai Maret akan monsoon. Kita harap bisa on lagi setelah monsoon,” ujar sumber tersebut.
Apabila rencana tersebut terealisasi, maka aktivitas pemboran diperkirakan baru dapat dimulai kembali setelah kondisi cuaca di wilayah perairan Natuna membaik. Dalam operasi lepas pantai, musim monsun memang menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keselamatan, mobilisasi rig, dan kelancaran kegiatan pemboran.
Hingga berita ini diturunkan, ruangenergi.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari manajemen Pertamina East Natuna maupun Pertamina Hulu Energi terkait informasi penundaan pemboran, penyebab keterlambatan mobilisasi rig, serta penjadwalan ulang kegiatan pemboran tersebut.


