Djoko Siswanto Pastikan: Groundbreaking LNG Abadi Masela Digelar 16 Juli 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Tanimbar, Maluku, ruangenergi.com-Hitung mundur menuju dimulainya pembangunan fisik Proyek LNG Abadi Masela resmi dimulai. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menerbitkan surat undangan resmi pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang akan digelar pada Kamis, 16 Juli 2026 di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Ruangenergi.com membaca surat bernomor SRT-0469/SKKIA0000/2026/SO tertanggal 14 Juli 2026 itu menjadi penanda bahwa penantian panjang selama puluhan tahun terhadap salah satu proyek gas terbesar di Indonesia akhirnya memasuki babak baru. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa seremoni peletakan batu pertama akan menandai dimulainya pembangunan pengembangan Lapangan Abadi oleh Inpex Masela Ltd. sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Yang menarik, acara ini dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, menegaskan besarnya arti strategis Proyek Masela bagi ketahanan energi nasional.  

Djoko Siswanto dalam undangan tersebut mengajak seluruh pemangku kepentingan yang diundang untuk hadir dalam momentum bersejarah tersebut. Acara akan dimulai pukul 13.00 WIT hingga selesai, dengan para tamu diminta hadir 60 menit lebih awal demi kelancaran rangkaian kegiatan.

Groundbreaking ini bukan sekadar seremoni. Bagi industri migas nasional, dimulainya pembangunan fasilitas LNG di darat menjadi simbol berakhirnya masa panjang perencanaan dan persiapan yang telah berlangsung hampir tiga dekade. Setelah melewati proses negosiasi, perubahan konsep pengembangan, penyelesaian berbagai perizinan, hingga penyiapan lahan dan logistik, proyek yang selama ini menjadi harapan Indonesia Timur akhirnya memasuki fase konstruksi.

Sebelumnya, Djoko Siswanto juga melaporkan bahwa seluruh persiapan lapangan telah dimatangkan. Sebanyak 93 ton logistik, mulai dari tenda, genset, pendingin ruangan hingga berbagai perlengkapan pendukung, telah dikirim menuju Saumlaki untuk memastikan acara berlangsung aman dan lancar. Persiapan dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Inpex, Pertamina, Petronas, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.  

Bagi Indonesia, dimulainya pembangunan Proyek LNG Abadi Masela menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Proyek bernilai investasi puluhan miliar dolar AS ini juga diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Maluku dan kawasan timur Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.  

Jika seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana, maka 16 Juli 2026 akan tercatat sebagai hari bersejarah: hari ketika mimpi besar pengembangan Blok Masela akhirnya benar-benar dimulai dari tanah Kepulauan Tanimbar.