Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan keberhasilan pengeboran sumur infill berarah tipe J Menggala South-21 milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang mencatat potensi produksi awal mencapai 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen, menandakan kualitas minyak yang sangat baik.
Laporan yang disampaikan Djoko Siswanto pada Kamis (23/7/2026) itu menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
“Alhamdulillah pengeboran sumur infill berarah tipe J Menggala South-21 di PHR yang dimulai Juni 2026 dan selesai pada 19 Juli berhasil mencatatkan produksi sebesar 2.035 BOPD tanpa kandungan air (water cut 0 persen),” ujar Djoko dalam laporan good news yang disampaikan kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komite Pengawas SKK Migas, jajaran SKK Migas, serta pimpinan terkait, dan diceritakan kepada ruangenergi.com
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena proses pengeboran dilakukan di tengah tantangan teknis yang tidak ringan. Sumur Menggala South-21 menargetkan Formasi Menggala pada kedalaman 4.146 kaki atau sekitar 1.236 meter dengan berbagai risiko operasi, mulai dari long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, melintasi sesar (fault crossing), hingga ancaman differential sticking pada bagian produksi.
Meski menghadapi kompleksitas tersebut, tim pengeboran mampu menyelesaikan pekerjaan dengan pendekatan defensive drilling yang terbukti sangat efektif. Hasilnya, pengeboran selesai 9 persen lebih cepat dibandingkan rencana awal sekaligus menghasilkan efisiensi biaya hingga 44 persen.
Operasi pengeboran menggunakan Rig GW-337 berkekuatan 550 HP Electric Rig juga berhasil dijalankan tanpa insiden kecelakaan kerja, mencerminkan penerapan aspek keselamatan yang tetap menjadi prioritas di tengah tuntutan pencapaian target produksi.
Djoko Siswanto berharap sumur tersebut segera memasuki tahap produksi sehingga dapat memberikan tambahan pasokan minyak bagi Indonesia.
“Mohon doa, Insya Allah dapat segera diproduksikan. Terima kasih atas dukungan dan doa Bapak-Ibu,” tulis Djoko dalam laporannya.
Penemuan sumur berproduksi tinggi ini menjadi modal penting bagi PHR dan SKK Migas dalam mengejar target lifting minyak nasional. Selain menghasilkan tambahan produksi yang signifikan, keberhasilan Menggala South-21 juga menunjukkan bahwa inovasi teknologi pengeboran, efisiensi operasi, dan disiplin keselamatan kerja mampu berjalan beriringan untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional.
Semangat yang disampaikan Djoko Siswanto pun menggambarkan optimisme seluruh insan hulu migas dalam mengejar target produksi nasional.
“Bersama kita BISA. Lifting Naik: BISA… BISA… BISA!”

