Kado Manis Jelang Ultah Bahlil! 359 Sumur Minyak Rakyat Siap Dongkrak Produksi hingga 3.000 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas. Menjelang peringatan ulang tahun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pemerintah berhasil mencatat tonggak penting dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional melalui pengelolaan sumur minyak masyarakat.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, rangkaian kebijakan yang dimulai dengan penandatanganan Keputusan Menteri ESDM mengenai penunjukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pengelola sumur masyarakat kini langsung ditindaklanjuti di lapangan.

“Alhamdulillah, pada Selasa, 4 Agustus 2026, Bapak Menteri telah menandatangani Keputusan BUMD untuk mengelola sumur masyarakat. Menjelang esok hari ulang tahun Bapak Menteri, hari ini, 6 Agustus 2026, telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BUMD Petromuda dan PT Medco untuk memproduksikan total 359 sumur minyak masyarakat,” ujar Djoko Siswanto kepada RuangEnergi.com, Kamis (6/8/2026).

Djoko menjelaskan, sebanyak 359 sumur tersebut terdiri atas 207 sumur, 40 sumur, dan 112 sumur yang selama ini dikelola masyarakat. Melalui kerja sama antara BUMD Petromuda dan PT Medco, sumur-sumur tersebut akan dioperasikan secara lebih terstruktur, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, tambahan produksi yang dihasilkan dari program ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap target lifting minyak nasional.

“Jika rata-rata setiap sumur menghasilkan sekitar 3 barel minyak per hari (BOPD) dengan operasi delapan jam, maka produksi dapat bertambah sekitar 1.000 BOPD. Namun apabila menggunakan pompa listrik sehingga operasi berlangsung selama 24 jam, produksinya berpotensi meningkat hingga sekitar 3.000 BOPD. Insya Allah, mohon doa,” kata Djoko.

Terobosan ini menjadi salah satu implementasi nyata kebijakan pemerintah dalam melegalkan sekaligus mengoptimalkan potensi sumur minyak masyarakat yang selama ini belum dikelola secara maksimal. Selain meningkatkan produksi nasional, skema tersebut juga diharapkan mampu memberikan kepastian hukum, meningkatkan keselamatan operasi, serta menghadirkan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat sekitar.

Djoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan program tersebut, mulai dari Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Migas, SKK Migas, PT Medco, BUMD Petromuda, pemerintah daerah, hingga tim satuan tugas yang mengawal prosesnya.

“Terima kasih atas bantuan dan doa Bapak-Ibu semua. Bersama kita bisa. Lifting naik, bisa… bisa… bisa,” pungkasnya.