Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan upacara dan kibaran Merah Putih. Bagi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat untuk terus bekerja memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream, Pertamina Drilling mengambil peran penting dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui layanan pengeboran dan sumur yang semakin terintegrasi.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, peningkatan produksi migas nasional membutuhkan dukungan ekosistem hulu yang kuat. Bukan hanya rig, tetapi juga teknologi, sumber daya manusia, peralatan, hingga kemampuan eksekusi di lapangan.
Hal itu disampaikan Avep saat melakukan Management Walkthrough (MWT) ke RIG PDSI#11.2/N80B(B1), Pertamina EP Cepu, Zona 14, Field Papua, Rabu (12/8/2026).
“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan melalui kontribusi nyata bagi negeri. Bagi Pertamina Drilling, salah satunya adalah memastikan kapabilitas pengeboran dan layanan sumur dapat memberikan dukungan maksimal terhadap peningkatan produksi migas nasional,” ujar Avep.
Menurutnya, dinamika industri energi global menuntut perusahaan semakin adaptif dan inovatif. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, serta tuntutan transisi energi menjadi tantangan yang harus dijawab dengan produktivitas dan efisiensi.
Optimalisasi kegiatan pengeboran, percepatan penyelesaian sumur, pemanfaatan teknologi, serta digitalisasi menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keselamatan operasi.
Berdiri sejak 2008, Pertamina Drilling berkembang dari warisan pengalaman pengeboran Pertamina menjadi perusahaan jasa pengeboran dan layanan sumur terintegrasi dengan jangkauan operasi yang semakin luas.
Saat ini, Pertamina Drilling mengelola 58 rig services, terdiri atas 53 land rig dengan kapasitas 150–2.000 horsepower (HP), dua offshore workover rig berkapasitas 550 HP, serta dua offshore jack-up rig melalui strategic alliance.
Selain itu, perusahaan memiliki lebih dari 110 associated drilling yang mendukung berbagai aktivitas pengeboran dan pekerjaan sumur.
Kapabilitasnya pun terus diperluas. Pertamina Drilling tidak lagi hanya mengandalkan bisnis penyewaan rig, tetapi mengembangkan layanan terintegrasi mulai dari directional drilling, cementing and pumping, fracturing, mud logging, gas monitoring, fishing equipment, water pump, centrifuge, geomechanics, ROP & MPD, hingga hydraulic fracturing.
Kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk menjawab kebutuhan industri hulu migas yang semakin kompleks.
Di balik teknologi dan peralatan, Pertamina Drilling juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia.
Melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC), perusahaan mengembangkan kompetensi dan pelatihan di bidang pengeboran agar tenaga kerja nasional mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memenuhi kebutuhan industri.
Penguatan kompetensi ini menjadi penting karena keberhasilan operasi pengeboran tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan, tetapi juga kemampuan manusia dalam mengoperasikan teknologi dan mengambil keputusan secara tepat di lapangan.
Pertamina Drilling juga terus membuka peluang ekspansi dan kolaborasi regional. Jejak operasi serta kerja sama di luar negeri menjadi bagian dari upaya membuktikan bahwa kemampuan perusahaan nasional dapat bersaing di tingkat internasional.
Setiap Sumur untuk Negeri
Bagi Avep, momentum HUT ke-81 RI merupakan pengingat bahwa ketahanan energi tidak dapat dipisahkan dari kedaulatan bangsa.
Karena itu, setiap aktivitas pengeboran dipandang bukan semata sebagai pekerjaan bisnis, melainkan bagian dari upaya menghadirkan energi bagi industri, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami ingin memastikan Pertamina Drilling terus tumbuh bersama Indonesia. Setiap sumur yang kita kerjakan bukan hanya berbicara tentang aktivitas bisnis, tetapi juga tentang bagaimana kita mendukung energi untuk industri, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Ia menegaskan, keselamatan, keandalan, efisiensi, inovasi, dan kompetensi sumber daya manusia akan terus menjadi fondasi Pertamina Drilling dalam menjalankan operasinya.
Di tengah tantangan energi yang semakin dinamis, penguatan kapasitas nasional di sektor jasa hulu migas menjadi semakin strategis. Pertamina Drilling meyakini kombinasi teknologi, kompetensi SDM, kolaborasi, dan pengalaman operasional dapat memperkuat kontribusinya terhadap target peningkatan produksi migas nasional.
Mengisi kemerdekaan, bagi Pertamina Drilling, bukan sekadar slogan. Dari rig ke rig, dari sumur ke sumur, kontribusi itu diwujudkan dengan satu tujuan: menghadirkan energi untuk negeri dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.


