Shell Kembali ke Indonesia, Migas Offshore Jadi Magnet Investasi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Sinyal positif kembali datang dari panggung investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Perusahaan energi global, Shell, menyatakan minat serius untuk kembali menanamkan modal di sektor hulu migas nasional, terutama untuk menggarap potensi offshore atau wilayah kerja lepas pantai.

Kabar tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada Menteri ESDM pada Kamis, 20 Agustus 2026. Djoko melaporkan bahwa dirinya mewakili Menteri ESDM menerima manajemen kantor pusat Shell yang menyampaikan ketertarikan serius untuk kembali berinvestasi di Indonesia.

“Manajemen kantor pusat PT Shell menyatakan minatnya kembali berinvestasi sangat serius di hulu migas Indonesia, khususnya di offshore,” demikian laporan Djoko Siswanto.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia kembali menjadi perhatian perusahaan migas kelas dunia. Fokus Shell terhadap kegiatan offshore juga menunjukkan masih besarnya daya tarik potensi migas di wilayah perairan Indonesia.

Dalam pertemuan itu, manajemen Shell juga menitipkan salam hormat kepada Menteri ESDM. Mereka berharap Menteri ESDM senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, serta perlindungan dari Allah SWT.

Djoko menyampaikan kembali salam dari Menteri ESDM kepada jajaran manajemen Shell.

Menurut Djoko, pihak Shell menyampaikan apresiasi atas komunikasi dan dukungan pemerintah. Mereka juga secara khusus memohon dukungan pemerintah agar rencana investasi tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Mereka bilang terima kasih dan memohon dukungan dari kita,” ujar Djoko dalam laporannya.

Masuknya kembali minat serius Shell menjadi angin segar bagi upaya pemerintah mendorong investasi hulu migas. Di tengah kebutuhan meningkatkan produksi nasional sekaligus mengejar cadangan-cadangan baru, investasi perusahaan migas global menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan.

Terlebih, wilayah offshore Indonesia masih menyimpan potensi besar yang membutuhkan teknologi, modal, serta pengalaman perusahaan migas berskala global.

Laporan Djoko tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi antara pemerintah dan calon investor terus dibangun untuk menciptakan iklim investasi hulu migas yang lebih menarik.

SKK Migas dan Shell pun kini kembali membuka babak baru penjajakan investasi hulu migas Indonesia—dengan laut lepas sebagai salah satu arena yang paling menarik perhatian.