Bintuni, Papua Barat, ruangenergi.com — Situasi di sekitar fasilitas LNG Tangguh, Papua Barat, tengah mendapat perhatian serius menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bergerak mendekati kawasan fasilitas strategis tersebut.
Informasi yang diperoleh ruangenergi.com menyebutkan, tim di lapangan saat ini bekerja keras mengamankan area fasilitas LNG Tangguh dari terpaan api. Kewaspadaan ditingkatkan menyusul posisi titik api yang dilaporkan berada sekitar 600 meter dari kawasan fasilitas.
“Yup betul, infonya seperti itu,” ujar sumber kepada ruangenergi.com, Minggu (23/8/2026).
Meski menghadapi ancaman karhutla, aktivitas pengapalan gas dari tiga train LNG Tangguh masih berjalan normal. Operasional tetap berlangsung dengan menerapkan tingkat kesiapsiagaan tinggi.
“Sementara aktivitas pengapalan gas dari tiga train yang ada masih berjalan normal, sambil terus siaga 1 dan kewaspadaan tinggi,” kata sumber tersebut.
Kondisi ini membuat aspek keselamatan fasilitas, pekerja, lingkungan, serta keberlangsungan operasi menjadi perhatian utama. Upaya pengamanan dilakukan secara intensif untuk memastikan api tidak sampai memasuki kawasan fasilitas vital tersebut.
Rapat Tanggap Darurat
Langkah penanganan akan diperkuat melalui rapat tanggap darurat yang dijadwalkan berlangsung Senin pagi, 24 Agustus 2026.
Rapat tersebut akan melibatkan Wakil Menteri ESDM bersama jajaran pengawas internal SKK Migas, termasuk pejabat pengawas yang berlatar belakang jenderal kepolisian.
Pertemuan ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas pihak dalam menghadapi potensi eskalasi karhutla di sekitar fasilitas LNG Tangguh.
Bagi industri hulu migas, keberadaan fasilitas LNG Tangguh memiliki arti strategis. Karena itu, ancaman karhutla tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan operasi dan ketahanan energi.
Untuk sementara, operasi tiga train LNG Tangguh masih berjalan normal. Namun, status siaga 1 menunjukkan bahwa seluruh pihak di lapangan tidak mengambil risiko dan terus memantau perkembangan api dari waktu ke waktu.
Situasi masih berkembang. Fokus utama saat ini adalah memastikan api tetap berada di luar perimeter fasilitas, sekaligus menjaga kegiatan pengapalan gas tetap aman dan terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari petinggi bp Indonesia, operator Kilang LNG Tangguh.


