Muara Enim, Sumsel, ruangenergi.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasi hulu migas di Lembak, Sumatera Selatan, terus mendapat penanganan intensif. Hingga Kamis malam (27/8) pukul 23.00 WIB, tim Sele Raya Belida dan Pertamina EP Zona 4 masih berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan di lokasi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan, kobaran api yang muncul di area kebun warga tersebut semakin mendekati fasilitas operasi migas. Bahkan, jarak titik api pada malam hari dilaporkan tinggal sekitar 200 meter dari EPF Pertamina Lembak.
Situasi ini membuat upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif untuk mencegah api kembali membesar dan merambat ke arah fasilitas produksi.
“Sele Raya Belida dan Pertamina EP Zona-4 terus berjibaku memadamkan api dan mendinginkan lokasi karhutla,” demikian laporan Djoko Siswanto.
Meski jarak api semakin mendekat, operasional fasilitas migas tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan.
Tim di lapangan juga terus melakukan langkah antisipasi dengan pendinginan area guna mengurangi potensi munculnya kembali titik api. Langkah ini menjadi penting mengingat kondisi lahan yang terbakar dan potensi penyebaran api masih menjadi perhatian.
Djoko menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim yang terus berada di lapangan menghadapi situasi tersebut.
Ia juga memohon doa agar seluruh upaya penanganan karhutla dapat berjalan lancar dan kondisi segera kembali aman.
“Mohon doa Bapak agar kita semua dapat menangani semua ini dan badai segera berlalu,” ujar Djoko dalam laporannya.
Operasi migas tetap berjalan, sementara perjuangan melawan api belum berhenti. Jarak sekitar 200 meter dari EPF Pertamina Lembak menjadi alarm penting bagi seluruh tim untuk terus memperkuat pengendalian karhutla di sekitar wilayah operasi.


