Wow! Kejutan dari Sanga-Sanga! Dua Sumur Baru PHSS Cetak Produksi di Atas Target

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Kutai Kartanegara, Kaltim, ruangenergi.com– Kabar positif datang dari Wilayah Kerja (WK) Sanga-Sanga, Kalimantan Timur. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil mencatatkan hasil uji produksi dua sumur pengembangan baru, SEM-206 dan SEM-207, dengan capaian produksi migas jauh di atas target awal.

Dua sumur yang berada di Struktur Semberah tersebut sama-sama mampu mengalirkan gas dan kondensat secara natural melalui mekanisme open flow.

Sumur SEM-206 menjadi salah satu penyumbang capaian terbesar. Pada uji produksinya, sumur ini menghasilkan 5,3 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd) dan 706 barel kondensat per hari (bcpd)—sekitar dua kali lipat dari target yang ditetapkan sebelumnya.

Sementara itu, Sumur SEM-207 menghasilkan 3,11 mmscfd gas dan 103 bcpd kondensat. Angka tersebut bahkan mencapai sekitar empat kali lipat dari target awal.

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan masih adanya potensi yang dapat dikembangkan dari lapangan migas yang telah memasuki fase mature.

General Manager Zona 9 PHSS, Dadang Soewargono, mengatakan keberhasilan pengeboran SEM-206 dan SEM-207 memperkuat komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan lapangan migas mature melalui investasi, teknologi, dan inovasi.

Menurut dia, pengeboran sumur baru tidak hanya ditujukan untuk menambah cadangan, tetapi juga untuk meningkatkan recovery, menahan penurunan produksi alamiah, serta mempertahankan tingkat produksi dari lapangan-lapangan yang telah berumur.

“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi alamiah, dan mempertahankan tingkat produksi migas lapangan-lapangan yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” ujar Dadang.

Pengembangan lapangan mature, kata Dadang, bukan perkara sederhana. Setiap sumur memiliki karakteristik reservoir dan tantangan teknis yang berbeda sehingga membutuhkan strategi pengeboran yang tidak bisa disamaratakan.

Pada SEM-206, PHSS menerapkan sejumlah strategi, termasuk penggunaan peralatan komplesi dan kepala sumur dengan pressure rating tinggi serta teknologi Casing While Drilling (CWD) untuk menjaga stabilitas lubang sumur dan meningkatkan efektivitas operasi.

Sumur SEM-206 juga dibor lebih ke arah timur dari struktur eksisting.

“Kami melakukan evaluasi teknis dan pengelolaan risiko secara menyeluruh dan mendalam sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pengeboran dan uji produksi,” jelas Dadang.

SEM-207 Hanya 13 Hari

Menariknya, waktu penyelesaian kedua sumur tersebut berbeda cukup jauh.

Pengeboran hingga uji produksi SEM-206 membutuhkan 45 hari, sedangkan SEM-207 hanya 13 hari.

Perbedaan tersebut tidak terlepas dari kondisi reservoir serta tantangan teknis masing-masing sumur.

SEM-206 ditopang oleh tiga lapisan reservoir dengan kondisi tekanan yang baik. Adapun SEM-207 didukung satu lapisan reservoir dengan tekanan yang juga mampu menopang aliran produksi secara natural.

Dari sisi keselamatan, kedua proyek juga mencatatkan kinerja positif.

Hingga tahap uji produksi, SEM-206 mencatat 75.600 jam kerja selamat (safe man-hours), sedangkan SEM-207 mencapai 27.216 safe man-hours.

“Alhamdulillah, pengerjaan kedua sumur mencatatkan kinerja keselamatan yang baik,” kata Dadang.

Biaya Lebih Rendah dari Anggaran

Bukan hanya produksi yang melampaui ekspektasi. PHSS juga mencatat efisiensi biaya pengeboran, dengan realisasi biaya kedua sumur lebih rendah dibandingkan anggaran yang telah ditetapkan.

Bagi PHSS, kombinasi antara produksi di atas target, efisiensi biaya, dan keselamatan kerja menjadi indikator bahwa pengembangan lapangan mature masih memiliki ruang untuk menghasilkan kinerja optimal.

“Keberhasilan pengeboran, efisiensi biaya, dan kinerja keselamatan yang unggul menunjukkan bahwa tantangan di lapangan mature dapat dijawab melalui perencanaan yang matang, inovasi, teknologi, dan eksekusi yang disiplin,” ujar Dadang.

PHSS menegaskan akan terus mengoptimalkan potensi lapangan yang ada dengan tetap mengedepankan keselamatan dan keandalan operasi.

Keberhasilan dua sumur Semberah ini menjadi sinyal penting bagi upaya mempertahankan produksi migas nasional, khususnya dari lapangan-lapangan mature di Kalimantan.

Dua sumur baru, produksi melampaui target, biaya lebih efisien—Semberah menunjukkan bahwa lapangan tua belum tentu kehilangan taji.