Luar Biasa! Bekantan-1 Ditajak Lebih Awal Membawa Harapan Temuan Hydrokarbon di Natuna

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Natuna, Kepri, ruangenergi.com-Kampanye eksplorasi migas di Laut Natuna Barat memasuki babak baru. Setelah menyelesaikan pengeboran sumur eksplorasi Laba Laba-1, SKK Migas bersama Prime Natuna EP kembali bergerak cepat dengan melakukan tajak Sumur Eksplorasi Bekantan (BKT)-1.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan, tajak Bekantan-1 berhasil dilakukan pada 28 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB menggunakan Rig Admarine 502. Yang menarik, pengeboran ini dapat dimulai lebih cepat dari rencana awal yang dijadwalkan pada September 2026.

“Alhamdulillah, sebagai kelanjutan campaign eksplorasi Laut Natuna Barat, setelah selesai Sumur Laba Laba-1, pada hari ini telah berhasil dilakukan tajak Sumur Eksplorasi Bekantan (BKT)-1,” ujar Djoko dalam laporannya, Sabtu (29/8/2026) seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Percepatan tersebut menjadi sinyal positif bagi geliat eksplorasi di kawasan Natuna. Apalagi, hasil awal dari Laba Laba-1 menunjukkan adanya indikasi sumber daya gas yang cukup menjanjikan.

Menurut Djoko, keberhasilan Laba Laba-1 menunjukkan efektivitas implementasi teknis eksplorasi dengan akuisisi data yang optimal.

Melalui empat rangkaian logging, antara lain pressure data, mobility, sampling, Mini-DST, uji fluida dan karakteristik pori batuan, serta logging petrofisika konvensional, berhasil diidentifikasi temuan pada lima lapisan reservoir.

Kelima lapisan tersebut yakni UA Aa-11, UA Aa-8a1, UA Aa-8a2, UA Aa-8_1 dan UA Aa-8_2, pada kedalaman sekitar 3.910–4.629 kaki TVD.

Dari hasil tersebut, estimasi gas in-place Laba Laba-1 mencapai hingga 50 BCF, dengan potensi deliverability sekitar 20–30 MMSCFD pada pressure drawdown 20%.

Temuan tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pengeboran ke target berikutnya.

Bekantan Bidik Reservoir Lebih Dalam

Sumur Bekantan-1 berada sekitar 14 kilometer dari Naga Field. Sumur ini menyasar reservoir yang lebih dalam sekitar 700 kaki dibandingkan Laba Laba-1, yakni pada target Middle Arang (MA Ca-5 dan MA Ca-3).

Target reservoir tersebut diperkirakan memiliki gas in-place sekitar 24,3 BCF.

Menariknya, berdasarkan data awal yang diperoleh, reservoir Bekantan-1 terindikasi mempunyai tekanan lebih tinggi dibandingkan Laba Laba-1. Kondisi ini menjadi salah satu aspek yang membuat pengeboran Bekantan-1 menarik untuk dicermati.

Tiga Sumur Jadi Andalan Campaign Natuna Barat

Bekantan-1 merupakan bagian dari campaign eksplorasi tiga sumur di Laut Natuna Barat. Setelah Laba Laba-1 dan Bekantan-1, kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan dengan pengeboran Tenggiling South-1.

Rangkaian pengeboran tersebut diharapkan membuka peluang discovery baru sekaligus menambah sumber daya gas nasional.

Tak berhenti pada penemuan sumber daya, SKK Migas dan Prime Natuna EP juga menyiapkan langkah agar hasil eksplorasi dapat lebih cepat memberikan kontribusi produksi.

Sumur Laba Laba-1 dan Bekantan-1 direncanakan disiapkan dengan komplesi produksi, sehingga ketika memenuhi persyaratan teknis dan keekonomian, hasil eksplorasi dapat mempercepat transisi menuju tahap produksi.

Bagi industri hulu migas nasional, langkah ini menjadi penting di tengah kebutuhan untuk terus menemukan sumber gas baru dan menjaga ketahanan energi.

Djoko pun meminta dukungan agar pengeboran Bekantan-1 berlangsung aman dan lancar.

“Semoga kegiatan pengeboran Bekantan-1 berjalan aman, lancar, tanpa kecelakaan, serta seluruh campaign eksplorasi Laut Natuna Barat dapat berjalan sukses dan menghasilkan discovery untuk mendukung penambahan sumber daya gas dan ketahanan energi nasional,” kata Djoko.

Dengan Laba Laba-1 yang telah memberikan hasil positif dan Bekantan-1 yang berhasil ditajak lebih cepat, Laut Natuna Barat kini kembali menjadi salah satu wilayah yang patut diperhatikan dalam peta eksplorasi gas Indonesia.