Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap dijaga meski harga minyak dunia melonjak hingga kisaran US$106–US$108 per barel. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.
Bahlil mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia bersama Menteri Keuangan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi, tidak ada kenaikan,” kata Bahlil.
Menurutnya, mempertahankan harga BBM subsidi bukan keputusan ringan. Lonjakan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi energi.
Namun, pemerintah memilih menanggung konsekuensi tersebut demi menjaga daya beli masyarakat.
“Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan, meski harga minyak dunia saat ini telah mencapai sekitar US$106–US$108 per barel, rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) sejak Januari hingga September 2026 masih berada di kisaran US$85–US$90 per barel.
“Jadi masih overall masih oke,” kata Bahlil.
Crude Rusia Mulai Berjalan
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyinggung rencana pembelian minyak mentah (crude) dari Rusia.
Ia menegaskan, pembelian crude Rusia merupakan bagian dari skema kerja sama government-to-government (G2G) yang kemudian berlanjut menjadi government-to-business (G2B).
Menurut Bahlil, kondisi geopolitik dan pasar energi global membuat pemerintah harus lebih pragmatis dalam menentukan sumber pasokan minyak mentah.
“Kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita,” katanya.
Bahlil menekankan, pemerintah akan memilih pasokan yang memenuhi dua syarat: tidak melanggar aturan dan secara ekonomi menguntungkan.
“Bayangkan orang dunia lagi susah, kita masih pilih-pilih,” ujarnya.
Ia bahkan menegaskan kepentingan rakyat dan kedaulatan nasional menjadi pertimbangan utama pemerintah.
“Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain. Apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapapun,” kata Bahlil.
Saat ditanya mengenai realisasi pembelian crude tersebut, Bahlil menjawab singkat, “Sudah mulai jalan.”
Rusia Juga Bidik Hilirisasi Bauksit
Tak hanya minyak mentah, hubungan ekonomi Indonesia-Rusia juga berkembang ke sektor hilirisasi mineral.
Bahlil menyebut perusahaan Rusia, Rusal, akan membangun fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina di Kalimantan.
Proyek tersebut akan menggandeng pengusaha dalam negeri. Untuk perizinan, Bahlil mengatakan prosesnya sudah mendekati tahap final.
“Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final dan kita memang melakukan kolaborasi,” ujarnya.
Namun, ketika ditanya mengenai nilai investasi dan jadwal feasibility study (FS), Bahlil memilih belum memberikan angka. Ia mengatakan masih menyelesaikan proses FS terlebih dahulu.
RUU Migas Masuk Babak Baru
Bahlil juga memberikan perkembangan mengenai RUU Migas yang saat ini tengah berproses di pemerintah.
Menurutnya, RUU tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi dan merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola sektor migas nasional.
Pemerintah, kata dia, masih menunggu surat dari Presiden untuk kemudian membentuk tim dan melakukan kajian lebih lanjut.
“Yang penting adalah undang-undang ini adalah bagian dari proses untuk bagaimana memudahkan kita dalam rangka meningkatkan lifting,” kata Bahlil.
Ia berharap perubahan regulasi nantinya dapat memperbaiki berbagai persoalan yang selama ini dinilai menghambat peningkatan produksi migas nasional.
Termasuk di dalamnya wacana pembentukan badan usaha atau struktur baru di sektor migas.
Bahlil mengatakan seluruh opsi masih terbuka untuk dibahas. Ia mencontohkan keberadaan SKK Migas yang memiliki sejarah panjang perubahan kelembagaan setelah putusan Mahkamah Konstitusi.
“Semua hal itu dimungkinkan saja. Yang penting kita cari formulasi yang terbaik untuk kebaikan bangsa dan negara,” ujarnya.


