XCMG Perkuat Ekosistem Alat Berat Hijau di Indonesia, Gandeng Pembiayaan di Mining Indonesia 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com – Mining Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta dengan membawa tema “New Power, New Future”. Momentum pameran ini dimanfaatkan XCMG Group untuk memperkenalkan rangkaian solusi hijau terintegrasi yang dirancang menjawab kebutuhan berbagai skenario operasional industri, khususnya sektor pertambangan dan konstruksi.

Dalam penyelenggaraan Mining Indonesia 2026, XCMG Indonesia sekaligus menyambut kehadiran ABC Multifinance, Platform Pembiayaan XCMG-GMT. Kehadiran platform pembiayaan tersebut menjadi bagian dari langkah XCMG membangun ekosistem industri terintegrasi di Indonesia yang mencakup penelitian dan pengembangan (R&D), produksi, pasokan, penjualan, layanan hingga pembiayaan.

President Director XCMG Group Indonesia, Kong Qing Chao, mengatakan penguatan ekosistem tersebut merupakan bagian dari komitmen XCMG untuk semakin dekat dengan kebutuhan pasar Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi XCMG. Kami tidak hanya ingin menghadirkan produk dan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem yang lebih lengkap melalui penguatan R&D, manufaktur, layanan, hingga pembiayaan. Dengan mengintegrasikan teknologi dan kapasitas manufaktur dengan kebutuhan lokal, kami berharap dapat memberikan solusi yang lebih tepat, efisien, dan berkelanjutan bagi pelanggan di Indonesia,” ujar Kong Qing Chao.

Hadirkan Deretan Alat Berat Energi Baru

Di Mining Indonesia 2026, XCMG menampilkan berbagai produk unggulan yang mengikuti perkembangan elektrifikasi dan kecerdasan industri. Produk-produk tersebut dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan, mulai dari aktivitas penggalian dan pengangkutan di area pertambangan, bongkar muat, hingga pekerjaan konstruksi.

Salah satu produk yang ditampilkan adalah wheel loader listrik murni XC938EV. Mengandalkan penggerak listrik murni, alat ini menghasilkan nol emisi dengan konsumsi energi yang rendah sehingga sesuai untuk pekerjaan bongkar muat secara terus-menerus dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, wheel loader hybrid XC978HEV mengusung teknologi hybrid yang memadukan performa tenaga dengan efisiensi ekonomi. Produk tersebut ditujukan untuk kondisi operasional kompleks dengan siklus kerja yang panjang.

Untuk kebutuhan pengangkutan di area pertambangan, XCMG menghadirkan kendaraan angkut berbadan lebar energi baru XGE150PRO, bersama rangkaian dump truck listrik murni dan tractor. Jajaran tersebut menjadi bagian dari solusi transportasi hijau yang ditujukan untuk menghadapi kondisi jalan kompleks dan kebutuhan pengangkutan dalam volume besar.

Tak hanya itu, XCMG juga menampilkan excavator, bulldozer, mobile crane, forklift energi baru, serta fasilitas pengisian daya pendukung. Seluruhnya membentuk solusi operasional hijau terintegrasi untuk berbagai sektor.

Kong Qing Chao menambahkan, transisi menuju peralatan energi baru membutuhkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mampu menyesuaikan dengan karakteristik operasional pelanggan.

“Elektrifikasi bukan sekadar mengganti sumber tenaga. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu menjawab kondisi operasional yang nyata di lapangan. Karena itu, XCMG terus mengembangkan produk dan solusi yang sesuai dengan berbagai skenario kerja, sekaligus memperkuat dukungan lokal agar pelanggan memperoleh manfaat dari sisi efisiensi, operasional, dan keberlanjutan,” jelasnya.

2026 Jadi Tonggak Penguatan Industri XCMG Indonesia

XCMG menyebut 2026 sebagai tahun tonggak penting dalam pengembangan seluruh rantai industri perusahaan di Indonesia.

Basis manufaktur energi baru XCMG Indonesia telah selesai dibangun dan mulai beroperasi. Unit pertama peralatan energi baru hasil produksi lokal juga telah berhasil diproduksi. Langkah tersebut mewujudkan konsep “produksi lokal, pengiriman lokal” sekaligus meningkatkan efisiensi pasokan.

Di sisi teknologi, Pusat R&D XCMG Indonesia juga telah resmi diresmikan. Pusat tersebut berfokus pada kondisi operasional lokal untuk melakukan pengembangan dan adaptasi produk, sehingga memberikan dukungan teknologi bagi keseluruhan rantai industri.

Menurut Kong Qing Chao, penguatan manufaktur dan R&D lokal menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang XCMG di Indonesia.

“Dengan hadirnya basis manufaktur energi baru dan pusat R&D di Indonesia, kami semakin mampu memahami kebutuhan pasar secara langsung dan meresponsnya melalui produk yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Bagi kami, lokalisasi bukan hanya mengenai produksi, tetapi juga tentang teknologi, layanan, sumber daya manusia, dan kemitraan yang tumbuh bersama Indonesia,” katanya.

Pembiayaan Jadi Bagian dari Ekosistem Alat Berat

Selain teknologi dan manufaktur, XCMG juga memperkuat aspek pembiayaan melalui ABC Multifinance, Platform Pembiayaan XCMG-GMT.

Platform tersebut menjadi penghubung bagi XCMG dalam memperdalam kerja sama kapasitas industri internasional sekaligus menyempurnakan tata letak industri lokal di pasar luar negeri.

ABC Multifinance berfokus pada sektor pertambangan, metalurgi, infrastruktur, logistik, serta berbagai bidang utama lainnya. Perusahaan menyediakan layanan pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan sehingga dapat menurunkan hambatan pembiayaan dalam pembelian alat berat.

Model pembiayaan yang ditawarkan juga bersinergi dengan rantai R&D, manufaktur, dan layanan. Solusi tersebut mencakup skema “beli, rawat, gunakan, dan alihkan” sepanjang masa pakai alat berat, serta “investasi, pembangunan, operasional, dan penyewaan” dalam berbagai skenario.

Langkah ini sekaligus mendorong transformasi strategis XCMG dari sekadar “penyedia alat berat” menjadi “penyedia solusi untuk berbagai skenario operasional.”

“Kami melihat kebutuhan pelanggan tidak berhenti pada saat alat berat dibeli. Pelanggan juga membutuhkan dukungan selama alat digunakan dan selama proyek berlangsung. Karena itu, pembiayaan menjadi bagian penting dari ekosistem yang kami bangun. Integrasi antara produk, layanan dan pembiayaan akan membantu pelanggan memperoleh solusi yang lebih menyeluruh,” ungkap Kong Qing Chao.

Kerja Sama Strategis Mulai Menghasilkan Dampak

Dalam kegiatan Mining Indonesia 2026, XCMG menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan sejumlah lembaga keuangan. Perusahaan juga menyelesaikan penandatanganan kontrak pembelian sejumlah unit alat berat dengan sejumlah pelanggan utama di industri.

Sinergi antara sektor industri dan pembiayaan tersebut mulai menunjukkan hasil awal dan diharapkan memberikan dorongan bagi pengembangan pasar XCMG selanjutnya.

Antusiasme pasar juga terlihat di area test drive XCMG. Area tersebut dipadati pengunjung yang ingin merasakan langsung pengoperasian berbagai peralatan yang ditampilkan.

Sejumlah pelanggan memberikan apresiasi terhadap teknologi energi baru sekaligus skema pembiayaan yang ditawarkan XCMG.

Pimpinan perusahaan peleburan feronikel lokal menilai peralatan listrik murni XCMG memiliki keunggulan dari sisi lingkungan. Fleksibilitas solusi pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan siklus proyek juga dinilai memberikan alternatif baru untuk kebutuhan peningkatan peralatan.

Sementara pelanggan yang bergerak di bidang transportasi pertambangan menilai peralatan energi baru memiliki keunggulan signifikan dari sisi biaya operasional. Dukungan jaringan layanan lokal XCMG dan fasilitas pembiayaan dinilai dapat membantu mengurangi tekanan operasional perusahaan.

Lebih dari 30 Tahun Berakar di Indonesia

Selama lebih dari 30 tahun mengembangkan pasar Indonesia, XCMG berpegang pada prinsip “berakar di Indonesia, melayani Indonesia.” Perusahaan telah berpartisipasi dalam berbagai proyek besar di Indonesia serta terus mengembangkan sistem operasional lokal.

Seiring semakin matangnya ekosistem industri terintegrasi, XCMG akan memaksimalkan sinergi antara teknologi, manufaktur, layanan, dan pembiayaan.

Kong Qing Chao menegaskan bahwa langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kontribusi XCMG terhadap perkembangan industri Indonesia.

“Kami telah berada di Indonesia selama lebih dari 30 tahun dan perjalanan ini membuat kami memahami bahwa pertumbuhan XCMG harus berjalan bersama pertumbuhan Indonesia. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi teknologi, manufaktur, layanan dan pembiayaan, serta semakin terintegrasi dengan pembangunan industri nasional. Kami ingin terus menghadirkan solusi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi sekaligus mendorong transformasi hijau di Indonesia,” pungkas Kong Qing Chao.