Ahai! Sumur Tua Sepinggan V-7 “Bangkit”, Produksi Minyak Tembus 710 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com-Sumur migas yang sudah berusia puluhan tahun ternyata masih menyimpan potensi besar. Hal itu dibuktikan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 yang kini mampu menghasilkan 710 barel minyak per hari (BOPD).

Yang menarik, capaian tersebut lebih dari dua kali lipat dari target yang sebelumnya ditetapkan. Tak hanya minyak, sumur tersebut juga menghasilkan sekitar 0,8 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), melampaui target awal sebesar 0,5 MMSCFD. 

Keberhasilan ini bukan diperoleh dari pengeboran sumur baru. PHKT justru mengoptimalkan aset existing dengan membuka kembali akses menuju zona potensial Sumur Sepinggan V-7 yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

General Manager Zona 10 PHKT Darmapala mengatakan, optimalisasi sumur existing menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi migas, terutama dari aset yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan masuk kategori mature.

Menurutnya, setiap peluang pengembangan terus dikaji dengan memperhatikan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi. 

“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT,” kata Darmapala.

Ada proses teknis yang cukup menantang di balik keberhasilan tersebut.

Proyek diawali dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, PHKT melanjutkan pekerjaan dengan workover (WO) dan melakukan perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai memiliki potensi produksi. 

Hasilnya langsung memberikan respons positif. Dalam pengujian produksi pada 1 September 2026, Sumur Sepinggan V-7 mencatatkan produksi yang melampaui perkiraan awal.

Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa sumur mature tidak selalu berarti kehilangan seluruh potensinya. Dengan pendekatan teknis yang tepat, aset lama masih dapat memberikan tambahan produksi yang signifikan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri mengapresiasi keberhasilan PHKT tersebut.

Menurut Haryanto, capaian Sumur V-7 memperlihatkan masih adanya peluang peningkatan produksi melalui optimalisasi aset-aset yang sudah tersedia.

“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” ujar Haryanto. 

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi pemicu bagi PHKT untuk terus memburu peluang tambahan produksi, khususnya dari aset-aset migas yang ada di wilayah Kalimantan.

“Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional,” tambahnya. 

Teknologi dan Keahlian Jadi Kunci

PHKT menilai keberhasilan Sumur V-7 merupakan hasil perpaduan teknologi, keahlian teknis, dan kolaborasi lintas fungsi.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk terus melakukan investasi dalam kegiatan eksploitasi, termasuk menambah cadangan, meningkatkan recovery rate, serta mempertahankan tingkat produksi migas. 

Dengan capaian 710 BOPD, Sumur Sepinggan V-7 kini memberikan pesan penting: di balik sumur-sumur tua yang terlihat semakin matang, masih bisa tersimpan “harta karun” produksi—tinggal bagaimana potensi itu dibuka kembali dengan teknologi dan strategi yang tepat.