Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Pertamina EP (PEP) Zona 7 berhasil meningkatkan produksi minyak dari Sumur AKP-003 di Field Jatibarang menjadi 2.509,3 barel minyak per hari (BOPD) setelah menyelesaikan pekerjaan work over.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan capaian tersebut dalam laporan Good News PEP pada Senin (21/9/2026).
“Alhamdulillah, berita gembira dari Pertamina EP Zona 7,” kata Djoko dalam laporannya seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Pekerjaan work over Sumur AKP-003 dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak dari Lapisan CGL. Pekerjaan mencakup re-perforasi pada interval 2.338–2.344 meter measured depth (mMD) serta penambahan perforasi pada interval 2.328–2.332,5 mMD.
PEP juga memasang electric submersible pump (ESP) untuk mengoptimalkan produksi sumur.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, hasil flow test menunjukkan produksi sebesar 2.509,3 BOPD. Sumur tersebut kemudian langsung dapat diproduksikan atau put on production (PoP).
Dengan demikian, tambahan produksi dari AKP-003 dapat segera memberikan kontribusi terhadap pencapaian target produksi PEP Zona 7.
Dari sisi pelaksanaan, pekerjaan work over menggunakan Rig ADI#12 dengan realisasi durasi selama 13 hari.
Rig tersebut telah release pada pukul 06.00 WIB, Senin (21/9/2026). Tahapan berikutnya adalah rig down dan demobilisasi peralatan serta material.
Sementara itu, realisasi biaya pekerjaan hingga saat ini tercatat sebesar US$315.354, atau 77,80% dari rencana biaya sebesar US$405.346.
SKK Migas menyebut keberhasilan Sumur AKP-003 memberikan tambahan produksi bagi Zona 7 dan menjadi bagian dari upaya mendorong pencapaian target produksi serta lifting minyak nasional.
Djoko juga menyampaikan bahwa hingga akhir Desember 2026 masih akan berlangsung berbagai kegiatan pemboran, work over, dan well service sesuai WP&B.
“Mohon dukungan perijinan dan doa Bapak Ibu, kegiatan Pemboran, Work Over & Well Service yang masih akan dilaksanakan dengan jumlah ratusan, ribuan, puluhan ribu pada tahun ini sampai akhir Desember 2026, sesuai WP&B dapat menghasilkan produksi lebih besar dari targetnya,” ujar Djoko.
PEP dan SKK Migas menargetkan rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan produksi untuk mendukung peningkatan lifting minyak nasional.


