Serpong, Banten, ruangenergi.com-PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis untuk mendorong investasi hijau sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional.
Dalam gelaran MKI Electricity Connect 2026, PLN memaparkan enam kerja sama strategis dengan nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun. Penandatanganan enam kerja sama tersebut disaksikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan energi bersih, modernisasi jaringan, teknologi kelistrikan, hingga penguatan layanan pemeliharaan pembangkit.
Enam kerja sama itu mengusung tema “Green Investment – Clean Technology – TKDN – Energy Infrastructure”, sebagai bagian dari upaya mendorong kedaulatan energi dan industri Indonesia menuju panggung global.
Kerja sama pertama berupa kontrak perjanjian layanan pemeliharaan jangka panjang pada turbin uap untuk meningkatkan keandalan energi bersih dan efisiensi operasi pembangkit berbasis Waste Heat Recovery dengan kapasitas total 109 MW.
Kerja sama tersebut dilakukan antara PT Energi Listrik Batam (Medco Power Indonesia Group) dengan PT Siemens Energy Indonesia.
Selanjutnya, PLN menandatangani nota kesepahaman inisiatif dekarbonisasi strategis senilai Rp3,3 triliun untuk pembangunan PLTS dan BESS Hybrid 60 MWp di 10 wilayah terisolasi yang menopang kawasan industri.
Kolaborasi ini dilakukan antara PT PLN Indonesia Power dengan PT Ace Energy Service.
Kerja sama ketiga diarahkan pada modernisasi gardu induk tegangan tinggi GIS 150–500 kV berbasis TKDN, melibatkan PT PLN Nusantara Power Services dengan PT Tenaga Switchgear Sdn. Bhd.
Kerja sama keempat menyasar ketahanan rantai pasok ketenagalistrikan nasional, melalui penguatan pasokan GIS tegangan tinggi, komponen kritis, serta alih teknologi. Kolaborasi ini dilakukan antara PT PLN Suku Cadang dengan PT Tenaga Switchgear Sdn. Bhd. (TSG).
Sementara itu, kerja sama kelima mencakup pemeliharaan dan life assessment generator, motor, serta VSD/inverter pada industri kelistrikan dan industri lainnya di Indonesia.
Kolaborasi tersebut melibatkan PT PLN Indonesia Power Services dengan PT ABB Sakti Industri-Motion Service (MOSE Division).
Adapun kerja sama keenam berkaitan dengan ekspansi global layanan MRO ketenagalistrikan, khususnya layanan strategis penetrasi pasar pemeliharaan dan overhaul pembangkit listrik di kawasan Asia-Pasifik.
Kerja sama ini dilakukan oleh PT PLN Indonesia Power Services dengan Technofit SDN BHD-PT Barata Indonesia.
Bahlil Saksikan Komitmen Investasi
Kehadiran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam agenda penandatanganan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, PLN, pelaku industri, dan mitra teknologi dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional.
Nilai investasi yang mencapai Rp3,5 triliun sekaligus menunjukkan bahwa agenda transisi energi berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur dan industri.
Investasi tidak hanya diarahkan untuk menambah kapasitas pembangkitan, tetapi juga menyentuh efisiensi operasi, modernisasi jaringan, pemeliharaan aset, teknologi, TKDN, serta pengembangan kemampuan industri nasional.
Pesan dari panggung MKI Electricity Connect 2026 pun menjadi semakin kuat: transisi energi membutuhkan investasi besar, tetapi investasi tersebut sekaligus harus menjadi kendaraan untuk memperkuat kemandirian teknologi dan industri Indonesia.
Dengan demikian, energi hijau bukan sekadar persoalan menghasilkan listrik yang lebih bersih, melainkan juga bagaimana membangun rantai industri kelistrikan nasional yang semakin kuat dan berdaya saing global.


