Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Langkah menuju pengeboran Sumur Banyugeni memasuki tahap akhir. Seluruh proses perizinan dan persiapan lokasi telah dituntaskan, sehingga proyek kini tinggal menunggu kepastian alokasi rig untuk memulai pengeboran.
Manager Communication, Relation & Community Involvement & Development Regional 4, Rahmat Drajat, ketika dihubungi ruangenergi.com, mengatakan perizinan yang diperlukan untuk Sumur Banyugeni telah selesai, termasuk UKL-UPL, LP2B, dan LSD.
“Perizinan (UKL-UPL/LP2B/LSD) sudah selesai,” kata Rahmat.
Menurut dia, pekerjaan site preparation juga telah rampung. Dengan demikian, kesiapan lokasi untuk kegiatan pengeboran telah terpenuhi.
Tahap berikutnya adalah memastikan ketersediaan rig. Rencananya, pengeboran Sumur Banyugeni akan menggunakan rig yang saat ini masih beroperasi di Sukowati Pad-B.
“Site prep sudah selesai. Tinggal menunggu alokasi rig, rencananya menggunakan rig yang sedang beroperasi di Sukowati Pad-B,” ujarnya.
Jika sesuai rencana, tajak Sumur Banyugeni ditargetkan berlangsung pada Desember 2026.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat kegiatan pengeboran dan eksplorasi untuk membuka tambahan potensi produksi migas. Setelah aspek perizinan dan kesiapan lokasi diselesaikan, ketersediaan rig kini menjadi salah satu tahapan penting menuju pelaksanaan pengeboran.
Dengan target tajak pada Desember 2026, Sumur Banyugeni kini tinggal menunggu “mesin pengebor” tiba di lokasi untuk memulai pekerjaan di bawah permukaan.

