Prabumulih, Sumsel, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari kegiatan pengembangan lapangan migas di Sumatera Selatan. PT Pertamina EP Asset 2, bagian dari PHR Zona 4, berhasil menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih.
Sumur yang mulai ditajak pada 13 Juli 2026 tersebut berhasil menyelesaikan rangkaian pengeboran dan uji produksi pada 27 September 2026. Hasil uji produksi sementara menunjukkan performa yang cukup kuat, dengan aliran mencapai 2.955 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,45 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com, produksi tersebut mengalir secara natural open flow dari lapisan TAF-K1.
“Alhamdulilah, PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) telah melakukan tajak sumur pengembangan GNK-114 pada 13 Juli 2026 dan selesai 27 September 2026,” demikian laporan Djoko Siswanto, Minggu (27/9/2026).
Sumur GNK-114 atau GNK-PD80 berada di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, yang terletak di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Produksi sumur berasal dari lapisan Layer K yang disebut memiliki kondisi tekanan reservoir yang baik. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi upaya optimalisasi produksi dari wilayah kerja yang dikelola PHR Zona 4.
Dalam pengeborannya, GNK-114 menggunakan metode directional drilling atau pengeboran berarah dengan Rig PDSI #41.3/N110-UE.
Sumur tersebut mencapai kedalaman akhir 1.885 meter measured depth (mMD) atau 1.884,66 meter true vertical depth (mTVD).
Total waktu yang dibutuhkan untuk fase pengeboran hingga uji produksi long string tercatat 36 hari.
Tak hanya mencatat hasil produksi yang menjanjikan, operasi GNK-114 juga membukukan catatan keselamatan kerja yang signifikan.
Sejak pertama kali ditajak, kegiatan operasi sumur ini mencatat 50.616 safe man hours.
Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan operasi tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta operational excellence.
Dari sisi biaya, berdasarkan estimasi lapangan, pengeluaran yang telah direalisasikan mencapai US$5,895 juta, atau sekitar 68,43% dari Approved for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.
Keberhasilan uji produksi GNK-114 menjadi tambahan kabar positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional.
Dengan hasil sementara 2.955 BOPD minyak dan 1,45 MMSCFD gas, sumur ini selanjutnya diharapkan dapat segera masuk tahap produksi.
“Mohon dukungan dan doa, Insya Allah dapat segera diproduksikan,” demikian laporan tersebut.
Bagi PHR Zona 4 dan SKK Migas, keberhasilan GNK-114 menjadi bagian dari kerja bersama untuk terus menggenjot produksi migas nasional.
Doa & BISA. Lifting Naik: BISA, BISA, BISA.


