Kabar Gembira dari Banyu Urip: BU01 Dongkrak Produksi 2.800 BOPD

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.

Pekerjaan Work Over Sumur BU01 yang dilakukan ExxonMobil Cepu Ltd bersama SKK Migas berhasil memberikan tambahan produksi minyak 2.800 barel per hari (BOPD).

Capaian tersebut jauh melampaui target awal yang dipatok pada kisaran 500–1.900 BOPD.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan Good News kepada Menteri, Wakil Menteri, Komwas SKK Migas, dan jajaran pimpinan, Kamis (1/10/2026), menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan utama pada Sumur BU01 telah rampung.

Pekerjaan tersebut mencakup Gas/Water Shut-Off (GWSO) Chemical, perforasi, serta stimulasi acid. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan kontribusi gas dan air dari zona yang tidak diinginkan sekaligus membuka dan meningkatkan produktivitas zona target.

“Berdasarkan hasil flow test mencatatkan Field Net Uplift sebesar 2.800 BOPD, dibandingkan target awal sebesar 500–1.900 BOPD,” demikian laporan Djoko, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Yang menarik, keberhasilan meningkatkan produksi tersebut dicapai melalui rigless operation, alias tanpa menggunakan rig.

Dari sisi waktu, pekerjaan yang semula direncanakan berlangsung 40,8 hari, dapat diselesaikan dalam 19 hari.

Artinya, pelaksanaan pekerjaan berlangsung kurang dari separuh waktu yang direncanakan.

Setelah flow test selesai, Sumur BU01 akan di-shut in sementara. Selanjutnya dilakukan rig down–move out terhadap peralatan Coiled Tubing Unit (CTU) sebelum sumur kembali di-online-kan.

Efisiensi juga terlihat dari sisi biaya.

Berdasarkan Field Estimate Cost hingga saat ini, realisasi biaya pekerjaan diperkirakan mencapai US$1,312 juta. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan AFE sebesar US$3,531 juta.

Dengan demikian, biaya yang telah terealisasi baru sekitar 37,16% dari nilai AFE.

Kombinasi antara tambahan produksi yang tinggi, waktu pengerjaan yang lebih cepat, serta biaya yang relatif rendah menjadi catatan positif dari pelaksanaan work over Sumur BU01.

SKK Migas menilai hasil Sumur BU01 memberikan indikasi positif terhadap potensi tambahan produksi dari Lapangan Banyu Urip.

Namun, SKK Migas masih akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil flow test untuk memastikan kestabilan produksi serta mendapatkan gambaran final mengenai performa sumur.

Djoko juga memberikan catatan penting. Keberhasilan awal tersebut masih perlu diuji oleh waktu, terutama karena metode chemical shut-off memiliki tantangan tersendiri ketika menghadapi tekanan dan temperatur tinggi di dalam reservoir.

“Mohon doa Insya Allah produksi bertahan lama, sebab biasanya chemical tidak tahan lama terhadap tekanan dan temperatur yang tinggi,” ujar Djoko dalam laporan tersebut.

Jika performa 2.800 BOPD dapat dipertahankan secara berkelanjutan, Sumur BU01 berpotensi menjadi salah satu penopang tambahan produksi minyak Lapangan Banyu Urip.

SKK Migas dan ExxonMobil Cepu Ltd pun menutup laporan tersebut dengan optimisme:

“Bersama Kita: Doa & BISA. Lifting Naik: BISA, BISA, BISA.”