MIND ID Perkuat Investasi Strategis untuk Hilirisasi Mineral

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, meraih penghargaan Excellence in Strategic Mining Investment dalam ajang Investor Daily Summit (IDS) 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas pengembangan investasi strategis perusahaan dalam memperkuat hilirisasi mineral dan membangun ekosistem industri pertambangan terintegrasi di Indonesia.

MIND ID mengarahkan investasinya untuk mengembangkan rantai industri mineral dari hulu hingga hilir. Fokusnya mencakup pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium, pemurnian logam mulia, hingga pengembangan material baterai kendaraan listrik berbasis nikel.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari proses pengolahan dan pengembangan industri turunannya.

Penghargaan ini diberikan di tengah meningkatnya peran investasi dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meningkat menjadi sekitar 38%–39%, dibandingkan kisaran 28%–32% pada periode sebelumnya.

“Dalam satu dekade terakhir, total realisasi investasi di Indonesia mencapai sekitar Rp9.100 triliun,” kata Rosan, dikutip Selasa (13/10/2026).

Menurut Rosan, hilirisasi menjadi salah satu penggerak transformasi ekonomi karena mendorong terbentuknya rantai industri yang lebih lengkap di dalam negeri.

Arah kebijakan tersebut juga sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

MIND ID menerjemahkan strategi hilirisasi melalui pengembangan sejumlah rantai industri mineral di berbagai wilayah Indonesia.

Di Kalimantan Barat, perusahaan mengembangkan ekosistem bauksit, alumina, dan aluminium. Sementara itu, pengolahan dan pemurnian logam mulia dikembangkan di Gresik, Jawa Timur.

Perusahaan juga mendorong pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Maluku dan Jawa Barat. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat keterkaitan industri pertambangan dengan kebutuhan material baterai dan perkembangan industri kendaraan listrik.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan upaya perusahaan mengarahkan investasi ke sektor-sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi Indonesia.

“Investasi yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga untuk membuka babak baru sektor pertambangan Indonesia melalui penguatan rantai nilai mineral. Dengan demikian, lebih banyak nilai tambah, aktivitas ekonomi, dan manfaat yang dapat tercipta bagi negara dan masyarakat,” kata Dany.

Menurut dia, investasi strategis tidak cukup hanya membangun fasilitas produksi. Investasi juga harus memperkuat keterhubungan antarsektor industri agar manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya mineral dapat dirasakan lebih luas.

Potensi hilirisasi terlihat dari perubahan nilai komoditas bauksit setelah melalui proses pengolahan.

Bauksit yang sebelumnya bernilai sekitar US$40 per ton dapat diolah menjadi alumina dengan nilai sekitar US$350 per ton. Ketika diproses lebih lanjut menjadi aluminium, nilainya dapat mencapai sekitar US$3.200 per ton.

Perbedaan tersebut menggambarkan besarnya potensi peningkatan nilai ekonomi melalui pengolahan mineral di dalam negeri. Namun, nilai produk akhir juga dipengaruhi kualitas bahan baku, biaya energi, teknologi, serta kondisi pasar.

Hilirisasi turut menciptakan kebutuhan investasi pada fasilitas pengolahan, infrastruktur, tenaga kerja, dan berbagai layanan pendukung industri.

Transformasi serupa berlangsung pada komoditas nikel. Mineral yang sebelumnya banyak dipasarkan sebagai bahan mentah kini menjadi bahan baku bagi pengembangan feronikel dan material baterai, yang dibutuhkan dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.

Dengan memperkuat rantai produksi tersebut, Indonesia berpeluang meningkatkan posisi industrinya dalam rantai pasok mineral global.

Dany menegaskan, MIND ID akan melanjutkan investasi strategis guna memperkuat industri mineral nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperbesar penerimaan negara, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pada akhirnya, itulah fondasi yang akan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

Ke depan, tantangan hilirisasi tidak hanya terletak pada pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga pada kemampuan menjaga efisiensi produksi, memperkuat penguasaan teknologi, memenuhi kebutuhan energi, serta memastikan investasi memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi MIND ID, pengembangan ekosistem mineral terintegrasi menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi sektor pertambangan Indonesia, dari pemasok bahan mentah menjadi industri yang menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.