Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Kabar menggembirakan datang dari industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Searah berhasil mencatatkan produksi gas perdana (first gas) dari Lapangan Maha, yang berada di Wilayah Kerja (WK) West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, pada Jumat (30/10/2026).
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya gas bumi laut dalam (deepwater) Indonesia. Tak sekadar menambah produksi, kehadiran gas dari Lapangan Maha juga diharapkan memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi.
Produksi gas Lapangan Maha akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai target puncak sebesar 230 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Lapangan Maha terletak sekitar 100 kilometer lepas pantai Balikpapan dan hanya berjarak sekitar 12 kilometer di sebelah tenggara fasilitas produksi terapung Jangkrik (Jangkrik Floating Production Unit/FPU).
Menariknya, pengembangan Lapangan Maha dirancang dengan memanfaatkan fasilitas produksi Jangkrik yang telah tersedia. Skema ini memungkinkan tambahan produksi gas dapat dioptimalkan tanpa harus membangun seluruh fasilitas pengolahan baru secara terpisah.
Produksi perdana tersebut berhasil dicapai setelah penyelesaian instalasi fasilitas bawah laut (subsea facilities) pada awal tahun ini.
Dalam pengembangannya, proyek Lapangan Maha mencakup dua sumur produksi bawah laut yang terhubung dengan fasilitas produksi Jangkrik melalui jaringan pipa fleksibel dan umbilical sepanjang kurang lebih 12 kilometer.
Lapangan Maha merupakan salah satu komponen penting dalam strategi pengembangan South Production Hub Searah, bersama dengan Lapangan Gendalo dan Gandang.
Strategi ini dirancang untuk mengoptimalkan kapasitas pengolahan gas yang tersedia di Jangkrik FPU.
Dengan tambahan produksi dari Lapangan Maha dan pengembangan lapangan lainnya, total produksi gas dari South Hub diproyeksikan mencapai tingkat produksi puncak sekitar 750 MMSCFD.
CEO Searah Muara Bakau, Mirko Araldi, mengatakan keberhasilan produksi perdana Lapangan Maha merupakan pencapaian signifikan bagi perusahaan maupun industri energi Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dedikasi, keahlian teknis, serta komitmen seluruh tim proyek, ditambah kolaborasi erat dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra proyek.
“Keberhasilan menyelesaikan proyek pengembangan laut dalam yang kompleks, dengan aman dan sesuai jadwal, menunjukkan apa yang dapat dicapai melalui tujuan bersama dan pelaksanaan yang unggul,” ujar Mirko Araldi.
Ia menegaskan, pencapaian ini semakin memperkuat komitmen Searah untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan.
Produksi perdana Lapangan Maha semakin memperkuat portofolio pengembangan hulu migas Searah di Indonesia.
Proyek ini melengkapi pengembangan South Hub dan North Hub yang menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi sumber daya gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Ke depan, berbagai proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan gas nasional.
Tambahan produksi gas juga menjadi modal penting untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, baik bagi sektor kelistrikan maupun industri, serta mendorong pertumbuhan industri hulu migas Indonesia.
Dengan mulai mengalirnya gas dari Lapangan Maha, potensi gas laut dalam Kalimantan Timur kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penopang penting masa depan energi Indonesia.


