Transisi Menuju Ekonomi Hijau, Indonesia Perlu Siapkan Investasi Untuk SDM

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, Ruangenergi.com – Dalam upaya transisi menuju ekonomi hijau, Indonesia perlu menyiapkan investasi untuk sumber daya manusia (SDM) yang dapat meningkatkan skill/kapasitas masyarakat, sehingga akan siap dengan transfer pengetahuan yang ada di sektor ini.

“Selain itu juga harus dibarengi dengan peningkatan climate change awareness terkait dampak penambangannya sehingga dapat segera memitigasinya,” kata Nuri Peneliti Ekonomi The Indonesian Institute (TII) Nuri Resti Chayyani di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Selain itu, menurut dia, dalam KTT G20 Indonesia harusnya meminta negara- negara maju untuk mengurangi hambatan perdagangan internasional, seperti tingginya tarif ekspor dan impor, tingginya bunga acuan, dan tidak stabilnya kurs mata uang negara asal.

Lebih jauh ia mengatakan, Indonesia memiliki peluang untuk menawarkan investasi di sektor ekonomi hijau atau green economy dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November di Bali nanti.

“Indonesia harus bisa mengambil peluang dalam peningkatan penggunaan kendaraan yang berbasis energi terbarukan. Hal ini juga akan ada kaitannya juga dengan penyerapan tenaga kerja di Indonesia,” kata Nuri.

Ia mencontohkan, investasi ekonomi hijau yang bisa ditawarkan meliputi efisiensi sumber daya alam dan penerapan ekonomi sirkular, serta penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) seperti biofuel, biomassa, dan Refuse Derived Fuel (RDF) di Tanah Air.

Dalam menawarkan investasi ini, menurut dia, Indonesia perlu memberikan penawaran yang jelas terkait perhitungan analisis biaya dan manfaat investasi ini, sehingga investor global dapat tertarik.

“Kemudian prosedurnya juga harus jelas seperti regulasi/ payung hukumnya. Komitmen dalam menjalankan kontrak perlu lebih dipertanggungjawabkan,” kata Nuri.(Red)