Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com– PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali mencatatkan capaian strategis dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Subholding Upstream Pertamina itu berhasil menyelesaikan Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo di Selat Makassar jauh lebih cepat dari jadwal, sekaligus mencetak rekor efisiensi tanpa mengorbankan aspek keselamatan maupun kualitas data.
Proyek survei seluas 2.500 kilometer persegi tersebut rampung hanya dalam 43 hari, atau 42 hari lebih cepat dibanding target awal selama 85 hari. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam program eksplorasi wilayah terbuka yang dijalankan melalui Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM).
VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek Survei Seismik 3D Kandawulo, Ahmad Najihal Amal, mengatakan keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim yang mampu menjaga kinerja tetap optimal sejak tahap persiapan hingga penyelesaian pekerjaan.
“Survei 3D Kandawulo seluas 2.500 km² dapat diselesaikan dalam waktu 43 hari dari target 85 hari atau lebih cepat 42 hari berkat kerja sama dan kolaborasi seluruh fungsi yang terlibat,” ujarnya.
Tak hanya selesai lebih cepat, proyek ini juga mencatatkan Zero Accident serta memenuhi prinsip OTOBOSOR (On Time, On Budget, On Schedule, dan On Return), menunjukkan bahwa percepatan pekerjaan tetap berjalan dengan standar keselamatan dan efisiensi yang tinggi.
Keberhasilan tersebut didukung oleh persiapan operasi yang matang serta sinergi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga aparat keamanan Kodam VI/Mulawarman dan Lanal Mamuju.
“Sinergi yang baik tersebut memungkinkan kegiatan operasional berjalan dengan aman dan lancar,” tambah Najihal.
Capaian PHE juga mendapat apresiasi dari Kepala Divisi Prospektivitas & Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir. Menurutnya, keberhasilan kolaborasi antara PT Elnusa Tbk dan China Oilfield Services Limited (COSL) menjadi bukti bahwa proyek eksplorasi nasional mampu diselesaikan lebih cepat dengan kualitas data yang sangat baik.
Ia menilai Survei Seismik 3D Kandawulo merupakan milestone penting dalam program New Venture PHE di kawasan Indonesia Timur. Data yang dihasilkan diharapkan membuka peluang ditemukannya wilayah kerja migas baru yang akan menjadi penopang produksi energi nasional di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, survei menggunakan kapal seismik milik COSL dengan teknologi Marine Streamer Broadband 3D, sebuah metode akuisisi modern yang mampu menghasilkan citra bawah permukaan bumi secara lebih akurat, termasuk untuk target eksplorasi pada lapisan yang lebih dalam.
Teknologi tersebut dinilai sangat sesuai diterapkan di kawasan Selat Makassar yang selama ini dikenal memiliki potensi sumber daya migas besar, namun masih membutuhkan eksplorasi lanjutan untuk mengungkap potensi cadangan baru.
Keberhasilan proyek ini sekaligus mempertegas komitmen PHE dalam mempercepat eksplorasi migas nasional sebagai fondasi menjaga ketahanan energi Indonesia. Di sisi lain, perusahaan juga menegaskan komitmennya menjalankan operasi yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta kebijakan Zero Tolerance on Bribery dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.
Dengan penyelesaian survei yang jauh lebih cepat dari target, PHE kini memiliki modal data geologi yang semakin kuat untuk mengidentifikasi prospek-prospek migas baru di Indonesia Timur.
Langkah ini diharapkan menjadi salah satu pendorong lahirnya penemuan cadangan energi baru yang akan menopang kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang.

