Ahai! Rombak Besar Pertamina: Sektor Hulu Diproyeksikan Jadi Satu Entitas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Pemerintah mendorong Pertamina mempercepat langkah streamlining atau penyederhanaan struktur perusahaan. Langkah ini dinilai penting untuk membuat organisasi BUMN energi tersebut lebih sederhana, efisien, sekaligus semakin responsif menghadapi tantangan bisnis.

Dorongan tersebut disampaikan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Danantara Indonesia dalam pertemuan dengan Pertamina di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Melalui akun Instagram @bpbumn, BP BUMN mengungkapkan bahwa Pertamina telah memaparkan perkembangan proses streamlining sejumlah anak usahanya.

Salah satu agenda yang mencuat adalah rencana konsolidasi sektor hulu Pertamina ke dalam satu entitas. Konsolidasi ini diarahkan untuk memangkas rantai birokrasi sekaligus memperkuat efektivitas pengelolaan bisnis hulu migas.

“BP BUMN dan Danantara Indonesia mendorong Pertamina mempercepat streamlining perusahaan untuk menciptakan struktur yang lebih sederhana, efisien, dan responsif.”

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa streamlining tidak boleh berhenti pada perubahan struktur organisasi semata.

Menurut dia, transformasi harus dilakukan secara fundamental dan terencana, termasuk memperkuat tata kelola serta membangun budaya kerja yang semakin profesional.

“Transformasi tidak hanya menyederhanakan struktur perusahaan, tetapi juga memperkuat tata kelola dan membangun budaya kerja yang semakin profesional,” demikian dikutip dari unggahan Instagram BP BUMN.

Langkah streamlining Pertamina dengan demikian bukan sekadar persoalan mengurangi jumlah entitas atau menggabungkan perusahaan.

Lebih jauh, agenda tersebut menyentuh cara Pertamina mengelola bisnis agar lebih lincah, tidak dibebani rantai pengambilan keputusan yang panjang, dan mampu memusatkan sumber daya pada bisnis utama.

BP BUMN dan Danantara bahkan mendorong proses tersebut diselesaikan secara cepat dan menyeluruh.

Tujuannya jelas: membuat perusahaan-perusahaan negara semakin fokus pada bisnis inti sekaligus mampu menciptakan nilai yang lebih besar.

Bagi Pertamina, konsolidasi sektor hulu menjadi satu entitas berpotensi menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan portofolio eksplorasi dan produksi migas nasional.

Di tengah kebutuhan meningkatkan produksi migas dan memperkuat ketahanan energi, struktur organisasi yang lebih sederhana diharapkan membuat keputusan investasi, pengembangan lapangan, serta optimalisasi aset dapat dilakukan lebih efektif.

Dengan kata lain, streamlining kini bukan lagi sekadar agenda korporasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat daya saing dan kontribusi BUMN energi terhadap perekonomian nasional.