Anggota Komisi VII DPR

Anggota Komisi VII Apresiasi Pertamina Tambah Kuota LPG 7,5 Juta MT

Jakarta, Ruangenergi.com Anggota Komisi VII DPR-RI, Maman Abdurrahman mengapresiasi PT Pertamina (Persero) yang melakukan penambahan kuota LPG (Liquified Petroleum Gas) Tabung 3 Kilogram (Kg) menjadi sebesar 7,5 juta metrik ton (MT), dari sebelumnya hanya 7 juta MT.

Pasalnya, hal itu berdampak pada menurunnya harga elpiji di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di wilayah pedalaman Kalimantan Barat.

“Di delapan kabupaten Kalbar yang termasuk daerah pedalaman, harga elpiji 3 kg sekitar Rp 40-50 ribuan. Dan itu satu kondisi yang tidak bisa kita salahkan siapapun. Namun akhirnya kondisi tersebut berubah dengan sendirinya, ketika terjadi penambahan kuota elpiji dari 7 juta MT ke 7,5 juta MT,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Legislator Dapil Kalimantan I tersebut, dengan penambahan kuota ini membuat elpiji 3 kg itu mudah ditemui di Kalbar. Hingga kemudian ada istilah “banjir tabung”. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat harga elpiji 3 kg di Kalbar turun dengan sendirinya di angka Rp 20-30 ribu per tabungnya.

“Dengan demikian menaikkan kuota LPG Tabung 3 Kg menjadi langkah tepat yang memberikan dampak tidak langsung terhadap menurunnya harga elpiji di Kalbar,” jelasnya.

Namun lanjut politisi dar Fraksi Partai Golkar ini, bertambahnya kuota elpiji tersebut tidak berbanding lurus dengan meningkatnya kuota elpiji bagi agen atau loading order (LO), yakni masih dalam jumlah 360 tabung. Padahal sebelumnya masing-masing LO mendapat kuota 560 tabung.

BACA JUGA  SKK Migas Siapkan Skenario Perubahan Jadwal Pengiriman Kargo LNG

Bahkan ketika kuota elpiji nasional meningkat, kuota elpiji yang diperoleh masing-masing LO tetap dengan jumlah 360 tabung.

“Jangan sampai teman-teman agen (LO) yang sudah berinvestasi ini tetap mendapat jatah kuota 360 tabung. Itu gak nutup bu, dengan apa yang sudah diinvestasikan. Oleh karenanya saya meminta agar ditetapkan kembali kuota elpiji untuk LO ke angka sebelumnya, 560 tabung,” tutupnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *