Aprobi: PLN Bisa Gunakan CPO Sebagai Alternatif Sumber Pembangkit Listrik

Jakarta, Ruangenergi.comWakil Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Harry Hanawi mengatakan, PT PLN (Persero) harus mulai menggunakan bahan baku Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit sebagai alternatif sumber pembangkit listrik.

“Karena itu, PLN tidak perlu lagi menggunakan diesel, solar, atau batu bara sebagai pembangkit listrik. Apalagi semua produk sawit (seperti) biomassa, cangkang, methan bisa menjadi power plant tenaga listrik,” katanya dalam sebuah webinar, Kamis (14/10/2021).

Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) juga menambahkan, sebagai referensi, pembangkit listrik yang menggunakan sawit dapat mengurangi karbon sebesar 75 persen dibandingkan dengan batu bara.

Pihaknya berharap, sawit dapat diperlakukan sebagaimana Energi Baru Terbarukan (EBT) lainnya untuk menjadi salah satu sumber pembangkit listrik.

“Sawit harus punya program yang dapat dijadikan setara dengan EBT lainnya, seperti energi angin, tenaga surya, dan air,” ujarnya

Dia juga mencontohkan bahwa perusahaannya memiliki pembangkit listrik di luar negeri untuk menjual listrik kepada first consumer dengan harga khusus.

BACA JUGA  Aneka Gas Industri Berkeinginan Masuk Bisnis LNG

Di negara tersebut, perusahaannya disebut telah mendapatkan tempat yang layak dan mendapat insentif pajak maupun insentif Clean Development Mechanism (salah satu mekanisme perdagangan karbon).

“Ke depan, kami berharap pemerintah punya peran strategis dengan membawa industri sawit memiliki nilai tambah yang tinggi,” tukasnya.

Lebih jauh ia juga memprediksi, bahwa pada tahun 2045 bisnis sawit akan mencapai 100 juta ton dengan asumsi 16 juta hektar lahan yang tak bertambah.

“Dengan adanya program replanting sebagai salah satu upaya mempertahankan produksi kelapa sawit, maka 16 juta hektar lahan yang ada sekarang diasumsikan akan menghasilkan 6-7 ton CPO per hektar pada tahun 2045 mendatang,” paparnya.

“Anak-anak muda sekarang yang melanjutkan, seharusnya lima tahun ke depan sawit dapat digunakan untuk pembangkit listrik. Jadi kalau saya bilang regenerasi penting sekali,” demikian Harry Hanawi.(Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *