Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Babak baru kepemimpinan PT Pertamina EP dimulai. Arief Prasetyo Handoyo mendapat amanah baru sebagai Direktur Utama PT Pertamina EP, salah satu perusahaan penting dalam menopang produksi minyak dan gas bumi Pertamina.
Kabar tersebut turut mendapat sambutan dari keluarga besar KAGAMA ID. Melalui unggahan media sosialnya, organisasi alumni itu menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan kepada Arief.
“Selamat & sukses atas dilantiknya Bapak Arief Prasetyo Handoyo sebagai Direktur Utama PT Pertamina EP,” demikian keterangan yang disampaikan KAGAMA ID.
Dalam poster ucapan tersebut, KAGAMA juga menyampaikan harapannya agar dapat menjalankan tanggung jawab baru dengan sebaik-baiknya.
“Semoga dapat mengemban amanah dengan baik dan diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas,” demikian pesan yang tercantum dalam unggahan tersebut.
Penunjukan Arief menjadi menarik karena Pertamina EP memegang posisi penting dalam bisnis hulu migas nasional. Perusahaan ini mengelola berbagai lapangan migas yang menjadi bagian dari tulang punggung produksi domestik.
Karena itu, kursi Direktur Utama Pertamina EP bukan sekadar posisi korporasi. Di tengah tantangan mempertahankan produksi dari lapangan-lapangan mature sekaligus mengejar tambahan produksi melalui pengeboran, workover, reaktivasi sumur hingga eksplorasi, nakhoda Pertamina EP memiliki pekerjaan besar.
Tantangannya pun semakin relevan ketika pemerintah terus mendorong peningkatan lifting minyak dan gas guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di bawah kepemimpinan baru, perhatian tentu akan tertuju pada kemampuan Pertamina EP menjaga performa lapangan eksisting sekaligus mempercepat berbagai program yang bisa menghadirkan tambahan barel minyak dan gas ke fasilitas produksi.
Bagi Arief, jabatan baru tersebut sekaligus menjadi amanah besar: menjaga mesin produksi tetap berputar, mencari cadangan baru, dan mengubah setiap potensi di bawah perut bumi menjadi tambahan produksi migas nasional.


