Serpong, ruangenergi.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tampil penuh energi saat membuka IPA Convex ke-50 di ICE BSD, Serpong, Rabu (20/5/2026). Di hadapan pelaku industri hulu migas, pemerintah daerah, hingga investor asing, Bahlil melontarkan pesan tegas: Indonesia tidak boleh kalah cepat dalam perebutan investasi energi global.
Dalam pidatonya yang lugas dan sesekali diselingi humor, Bahlil menyoroti kondisi geopolitik dunia yang makin tidak pasti akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah hingga perang Rusia-Ukraina. Menurutnya, situasi global saat ini membuat hampir semua negara mulai fokus mengamankan kepentingan energinya masing-masing.
“Tidak ada keuntungan utuh dari sebuah pertikaian yang berdampak pada kondisi global yang tidak menentu,” kata Bahlil di depan peserta IPA Convex.
Namun di tengah tekanan global itu, Bahlil mengklaim ekonomi Indonesia tetap tangguh. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen dengan inflasi di bawah 3 persen, yang disebutnya sebagai salah satu yang tertinggi di kelompok G20. Kontribusi sektor energi dan hulu migas disebut menjadi salah satu penopang utama penerimaan negara.
Bahlil membeberkan tantangan besar sektor energi nasional. Konsumsi BBM Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak nasional masih berada di bawah target 650 ribu barel per hari. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari.
Untuk menekan impor, pemerintah mempercepat program substitusi energi melalui biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Langkah ini diklaim mampu mengurangi kebutuhan impor hingga 200–300 ribu barel per hari.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga mulai menyiapkan mandatory bioetanol E10 hingga E20 guna menekan impor bensin yang saat ini mencapai sekitar 20 juta kiloliter per tahun.
Salah satu bagian paling menarik dari pidato Bahlil muncul ketika ia berbicara soal birokrasi dan perizinan migas. Dengan gaya khasnya, ia meminta SKK Migas bergerak lebih cepat dan tidak mempersulit investor.
“Saya sudah minta kepada Kepala SKK Migas, kalau ada yang masih lambat di bawah, ganti orangnya, jangan dipusingin,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut praktik birokrasi berbelit sebagai “deep state”, istilah yang menurutnya pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil juga mengkritik budaya “lobi belakang meja” dalam proses investasi migas. Pemerintah, kata dia, akan membuka tender blok migas secara transparan tanpa praktik kongkalikong.
“Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya duit, kalian punya keseriusan, silakan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Bahlil mengumumkan pemerintah akan membuka tender 118 blok migas baru untuk eksplorasi. Sebagian sudah memasuki tahap penyelesaian administrasi, sementara sisanya akan segera ditawarkan kepada investor.
Ia menegaskan, pemerintah ingin proses investasi berjalan terbuka dan cepat karena industri hulu migas merupakan sektor berisiko tinggi yang membutuhkan kepastian regulasi.
Bahlil juga membawa “oleh-oleh” kebijakan dari Presiden Prabowo untuk pelaku hulu migas. Ia memastikan pemerintah tidak akan memangkas kuota ekspor gas yang sudah dikontrakkan ke luar negeri pada 2026.
“Tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan aturan devisa hasil ekspor (DHE) juga tidak akan memberatkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Pemerintah, menurutnya, ingin memberikan kepastian usaha agar investor tetap nyaman menanamkan modal di Indonesia.
Di penghujung pidato, Bahlil kembali mengingatkan seluruh jajaran birokrasi agar tidak memperumit proses investasi.
“Investor di hulu migas ini risikonya besar. Jangan dipersulit, dipermudah,” ujarnya menutup pidato yang disambut tepuk tangan peserta IPA Convex ke-50.

