Bahlil Ikut Prabowo ke Rusia, Bos SKK Migas Turut Diboyong

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut dalam rombongan terbatas Presiden Prabowo Subianto yang bertolak ke Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Informasi yang diperoleh Ruangenergi.com, keberangkatan Bahlil ke Rusia turut didampingi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto serta Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas M. Ikhsan Kiat.

Kehadiran tiga pejabat di sektor energi tersebut menjadi menarik di tengah agenda kunjungan Presiden Prabowo yang salah satunya diarahkan untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Rusia di bidang energi, investasi dan sektor strategis lainnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Sekretariat Negara yang disampaikan melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Negara, Presiden Prabowo bertolak menuju Vladivostok pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 23.20 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama EEF ke-11 atas undangan langsung Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” ujar Teddy.

Kunjungan ini menjadi momentum kedua bagi Prabowo untuk tampil sebagai tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang digelar Rusia. Sebelumnya, Prabowo menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada tahun lalu.

Teddy menyebut Rusia memandang Indonesia sebagai salah satu mitra penting dan strategis di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia juga dinilai memiliki posisi penting sebagai anggota ASEAN, representasi Global South, sekaligus negara besar di dunia Muslim.

Karena itu, kehadiran Bahlil bersama jajaran teknis sektor energi menjadi perhatian tersendiri.

Apalagi, pemerintah menyebut kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok akan dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama bilateral yang semakin konkret dan saling menguntungkan, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan sektor strategis lainnya.

“Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat,” kata Teddy.

Kehadiran Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Kepala BLU Lemigas M. Ikhsan Kiat dalam pendampingan Bahlil juga menambah bobot sektor energi dalam kunjungan tersebut.

SKK Migas memiliki peran strategis dalam pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, sementara Lemigas berada pada sisi teknis dan pengembangan teknologi serta keilmuan di sektor minyak dan gas.

Dengan komposisi tersebut, agenda kunjungan ke Rusia berpotensi tidak hanya berbicara pada level diplomasi dan perdagangan, tetapi juga membuka ruang pembahasan yang lebih teknis mengenai minyak dan gas bumi, investasi energi, teknologi, serta pengembangan industri energi.

Dalam rombongan penerbangan menuju Vladivostok, selain Bahlil, turut serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Bagi Indonesia, forum tersebut menjadi kesempatan untuk menerjemahkan hubungan politik yang semakin dekat antara Jakarta dan Moskwa menjadi kerja sama ekonomi yang lebih konkret.

Dan di tengah kebutuhan Indonesia memperkuat ketahanan energi serta menarik investasi baru, sektor energi diperkirakan menjadi salah satu area yang menarik perhatian dalam pertemuan Prabowo di Rusia.