Foto Freeport Indonesia

Bahlil Lahadalia: Sektor Pertambangan Masuk 5 Besar Investasi di Triwulan Keempat 2022

Jakarta,ruangenergi.comMenteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan sektor pertambangan  masuk ke dalam lima besar realisasi investasi pada triwulan keempat tahun 2022 lalu.

Sektor pertambangan menyumbang angka realisasi sebesar Rp 39,8 triliun, industri logam dasar, barang logam, dan peralatannya sebesar Rp 39,4 triliun.

Kemudian realisasi investasi di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 36,8 triliun, industri kimia dan farmasi sebesar Rp 33,5 triliun, serta terakhir sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 28,9 triliun

Bahlil juga mengumumkan realisasi investasi Indonesia pada triwulan IV 2022 mencapai Rp 314,8 triliun. Angka tersebut naik 2,3 persen secara quarter on quarter (QoQ) dan 30,3 persen secara year on year (yoy).

“Penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan mencapai 339.879 orang. Ini paling tinggi sepanjang sejarah Indonesia,” kata Bahlil dalam konferensi pers Selasa (24/01/2023) di Jakarta Selatan

Menurut Bahlil,sepanjang Q4 2022 itu, penanaman modal dalam negeri atau PMDN mencapai Rp 139,6 triliun atau sebesar 44,4 persen dari seluruh realisasi investasi di triwulan keempat ini. Angka tersebut naik 0,5 persen secara QoQ dan naik 17,0 persen secara year on years (yoy).

BACA JUGA  Indonesia dan Inggris Duduk Bersama Rancang Kerjasama Investasi EBT dan Kesehatan

Untuk penanaman modal asing atau PMA tercatat mencapai Rp 175,2 triliun atau sebesar 55,6 persen dari seluruh realisasi investasi di periode yang sama. Besarannya naik 3,7 persen atau 43,3 persen secara yoy.

Kemudian,realisasi investasi di luar Pulau Jawa lebih besar dibandingkan di Pulau Jawa. Besaran investasi di luar pulau jawa mencapai Rp 164,2 triliun atau 52,2 persen. Sebetulnya, kata Bahlil, angka tersebut turun sebesar 1,3 persen secara qoq. Tetapi naik sebesar 28,7 persen secara yoy.

Untuk Pulau Jawa, besaran realisasi investasinya mencapai Rp 150,6 triliun atau 47,8 persen. Secara qoq, angka tersebut naik 6,4 persen. Sedangkan secara yoy angkanya naik sebesar 32,1 persen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *